Libur Panjang, PHRI Optimis Okupansi Hotel di Jabar Naik

KESATUCO. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat atau PHRI Jabar optimis okupansi hotel meningkat seiring libur panjang yang sedang terjadi sampai akhir pekan ini.

Libur nasional HUT RI ke-75 dan Tahun Baru Islam yang ditetapkan pemerintah membuat sejumlah daerah di Jabar padat dengan kunjungan wisatawan.

Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar mengatakan, terjadi peningkatan okupansi hotel di luar prediksi, yakni 14 sampai 17 persen. Padahal, pihaknya hanya menargetkan peningkatan okupansi hanya di angka 10 persen.

Baca Juga:  Kalsel Dilanda Banjir, Presiden Perintahkan Segera Kirim Bantuan

“Kita perhatikan dengan libur panjang Agustus itu lonjakannya cukup baik. Lonjakan ini meningkat sama dengan saat Gubernur Jabar, Ridwan Kamil membebaskan PSBB di Jabar. Minggu kemarin cukup bagus peningkatan rata-rata per hari itu hampir 70 persen,” kata Herman ketika dihubungi, Jumat (21/8/2020).

Herman melanjutkan, pihaknya yakin di momen liburan panjang di tengah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), hotel-hotel bisa kembali bangkit. Katanya, peningkatan terjadi minimal di angka 50 persen.

Baca Juga:  Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Purwakarta Bangun Belasan PONED

“Long weekend sekarang kan lebih lama yakni empat hari. Kalau kita lihat malam target okupansi masih di 20-25%. Jadi untuk minggu ini akan terbagi, dan kita menargetkan bisa 50% udah cukup bagus rata-rata per hari di Jabar,” ujarnya.

Katanya, peningkatan ini bukan tidak mungkin akan terus berlanjut sampai akhir pekan. Pasalnya, banyak daerah tujuan wisata di Jabar yang jadi favorit masyarakat berlibur, seperti Pangandaran, Subang, Sukabumi, dan Pelabuhan Ratu.

Baca Juga:  Kasus Prokes Waterboom Lippo Cikarang, Dua Orang Jadi Tersangka

Untuk daerah-daerah tersebut, Herman menyebut target okupansi di angka 85 persen. Hal itu karena perjalanan yang cukup memakan waktu, sehingga membuat masyarakat bisa menambah durasi menginap.

“Target 85 persen masih bisa karena jarak tempuh itu bisa 9 kilometer. Jadi orang masih bisa menginap di sana selama dua hari minimal. Sehingga makanya okupansi cukup bagus untuk daerah yang tujuan wisata, termasuk Kota Bandung,” ucapnya. (sab/ded)

Bagikan: