Kronologi Sapi Kurban di Tasikmalaya Ngamuk, Nyaris Seruduk Warga

KESATUCO. Sapi kurban yang hendak disembelih untuk hewan kurban di Kampung Cintarasa Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, ngamuk lalu kabur dari ikatan tali.

Sapi dengan berat setengah ton lebih kemudian kabur masuk ke area sekolah. Sapi kurban yang berontak dan ngamuk ini membuat heboh panitia kurban di kampung tersebut.

Bahkan ibu-ibu yang hendak menyaksikan pemotongan hewan nyaris diseruduk sapi ngamuk di Kota Tasikmalaya itu.

Baca Juga:  Jurus Bersih Hati, Dedi Mulyadi Damaikan 2 Tetangga yang Berselisih

Harniwan, Ketua RW 01 Cintarasa, mengatakan, dalam kejadian ini, tak ada yang luka akibat amukan sang sapi. Meskipun, sapi sempat tak terkendali. Sapi tersebut mengamuk ketika ditenteng seorang kakek dan hendak disembelih. Hewan jtumendadak berlarian dan mengamuk.

“Awalnya proses pemotongan hewan kurban yang lainnya di tempat kami lancar saja. Tapi sapi yang paling besar ngamuk tadi,”kata dia.

Baca Juga:  Melihat Kekompakan Prajurit TNI Bersama Warga Bersihkan Saluran Irigasi di Karya Bakti TNI

Dia menambahkan, sapi tersebut sempat kabur ke jalan raya dan masuk ke lingkungan SMA Muhammadiyah. Walaupun tak ada warga yang diseruduk, namun ada ibu-ibu yang terluka kakinya karena terjatuh saat lari karena panik.

“Sapi ini sempat kabur melintasi beberapa gang hingga masuk ke Jalan Rumah Sakit. Akhirnya sapi tersebut berhasil diamankan pas di area sekolah dan pemotongan di sana,” jelas dia.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Proyek Renovasi Gedung BNSP, KPK Diminta Periksa Menteri Ida

Kemudian, jelas dia, daging kurbannya dibawa kembali ke lokasi penyembelihan di RW 01 Cintarasa.

“Jadi lokasi penyembelihan menjadi 2 lokasi. 4 sapi di balai RW 01 dan 1 lagi di komplek SMA Muhammadiyah,”pungkas dia.

Bagikan:
Left Menu Icon