KPAID Sebut Anak Korban Pencabulan Ayah Tirinya di Tasikmalaya Alami Trauma

KESATUCO. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah atau KPAID Kabupaten Tasikmalaya mendampingi pelaporan Mawar (bukan nama sebenarnya), anak berusia 15 tahun yang diduga menjadi korban pencabulan ayah tirinya WA (41). 

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, dalam laporannya ke Polresta Tasik, Jumat (26/6/2020), korban mengaku telah diperlakukan tak senonoh dan digagahi oleh ayah tirinya.

Baca Juga:  DKR Gelar Aksi Tuntut Penambahan Kuota PPDB untuk Siswa Miskin

Bahkan, aksi bejat itu sudah dilakukan oleh pelaku sejak korban masih duduk di bangku kelas VI SD.

“Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan aksi ayah tirinya kepada ibunya. Bahwa seminggu lalu, bagian sensitifnya diraba ayah tirinya,” kata Ato di hubungi wartawan pada Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga:  Anak Sekda Karawang Negatif Konsumsi Sabu, Akan Dicek Darah dan Rambut

Ato menambahkan, dari peristiwa itu akhirnya terungkap pula aksi bejat lainnya, bahwa korban pernah diperkosa ayahnya. Berdasarkan laporan itu maka ibu korban melaporkan suaminya didampingi KPAID ke Polresta Tasik.

Baca Juga:  Hilmi Aminudin Pendiri PKS Meninggal Setelah Terpapar Covid 19

“Langkah KPAID selanjutnya adalah memberikan pendampingan proses hukum yang telah dilaporkan ke Polresta Tasikmalaya,” terangnya.

Termasuk, kata dia, melakukan pendampingan psikis kepada korban maupun keluarganya. “Karena korban mengalami trauma yang cukup berat,” ucapnya. (Andri/Dede)

Bagikan:
Left Menu Icon