Kembangkan Pariwisata, Sekda Sukabumi Ingatkan Kolaborasi Pentahelix

KESATUCO. Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mengingatkan pentingnya kolaborasi secara pentahelix dalam pengembangan pariwisata. Menurutnya, dalam mengembangkan pariwisata tidak bisa seorang diri.

“Harus adanya kolaborasi antara akademisi, pengusaha, pemerintahan, komunitas, dan media. Lima ini harus berkolaborasi,” ujarnya¬†saat membuka Diklat Teknis Pengelolaan Pengembangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Kawasan, Selasa (4/2/2020).

Pada kegiatan yang berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu, Iyos menyebutkan Kabupaten Sukabumi sangat kaya.

Bahkan, dari mulai laut hingga seni budaya ada di kabupaten terluas ke dua di Jawa dan Bali ini. Maka istilah gunung, rimba, laut, pantai, sungai dan seni budaya (Gurilaps) sudah lama disematkan di Kabupaten Sukabumi.

“Kekayaan ini tak bisa dimanfaatkan begitu saja oleh masyarakat. Mengelola bumi ini, harus dengan sentuhan dan kelola serta manajemen. Pesertanya dikumpulkan dari masing masing tempat. Sebab perlu tata kelola yang baik,” ucapnya.

Pariwisata Harus Menjadi Lokomotif Pembangunan

Sektor pariwisata, sambungnya, sangat mendongkrak. Apalagi dengan kekayaan yang indah dan melimpah. Tak hanya itu, Pariwisata harus menjadi lokomotif pembangunan.

“Sektor pariwisata ini multiplayer efek. Tugas yang ada di kawasan ekonomi wisata itu harus bisa mengajak masyarakat ramah terhadap wisatawan,” katanya.

Termasuk mencegah pungli dan tingginya harga makanan yang dijual. “Saya ingin dimonitor sampai sedetail itu. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan bisa menyerap ilmu dengan baik sesuai harapan kita,” ujarnya.

Karena itu, dirinya pun mengapresiasi 25 ASN di Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengikuti Diklat Teknis Pengelolaan Pengembangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Kawasan di Kantor BKPSDM setempat.

“Dalam waktu dua minggu ke depan, peserta diklat ini bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan, kapasitas, dan keterampilan,” ujarnya.

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengatakan, kegiatan diklat tersebut untuk meningkatkan SDM dalam pengelolaan kawasan wisata. Termasuk di antaranya Geopark, Gede Pangrango, dan daerah perbatasan yang terhubung.

Selain itu, untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, kapasitas SDM Pariwisata, dan optimalisasi kawasan wisata dan perbatasan.

“Hasil dari kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi pembangunan ekonomi berbasis kawasan yang difokuskan pada sektor pariwisata,” ucapnya.(fjr/add)

Bagikan:
Left Menu Icon