Kembangkan Manajemen Talenta, LAN : Wujudkan ASN Unggul

KESATUCO. Pemerintah membentuk manajemen talenta bagi ASN. Hal itu dengan melakukan percepatan proses reformasi birokrasi melalui penguatan sistem merit.

“Semua ini dilakukan untuk mewujudkan ASN unggul,” ujar Deputi Kajian dan Inovasi Manajemen ASN LAN Agus Sudrajat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, manajemen talenta ASN merupakan sebuah proses komprehensif dan dinamis. Hal itu untuk mengelola dan mengembangkan ASN yang memiliki potensi terbaik.

“Tentu saja sesuai jabatan yang dipangku atau dituju dalam organisasi. Hal itu melalui pengembangan yang searah dan terintegrasi,” ucapnya.

Hal itu menurutnya, sesuai Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 3 tahun 2020 tentang Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara. Dalam hal ini, tujuan manajemen talenta ASN ialah menemukan dan memersiapkan talenta terbaik. Khususnya untuk mengisi posisi kunci sebagai pemimpin masa depan dan yang mendukung urusan inti organisasi.

Baca Juga:  Bupati Sukabumi Minta Adanya Regulasi Rutilahu dari ADD

“Semua ini dalam rangka optimalisasi pencapaian tujuan organisasi dan akselerasi pembangunan nasional,” ungkapnya.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenpan dan RB, Sudibyo, mengatakan manajemen talenta ASN nasional adalah sistem manajemen karier ASN yang meliputi tahapan akuisisi, pengembangan, retensi, dan penempatan talenta. Tentu saja yang diprioritaskan untuk menduduki jabatan target berdasarkan tingkatan potensial dan kinerja tertinggi.

“Manajemen talenta ASN nasional ini merupakan proyek prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024. Hal itu untuk memperkuat transformasi pelayanan publik untuk mecapai World Class Bureaucracy,” terangnya.

Baca Juga:  Bupati Sukabumi Minta Adanya Regulasi Rutilahu dari ADD

Dalam mendukung sistem merit, setiap ASN wajib memiliki kompetensi sesuai standar.

“Selian itu, dilakukan uji kompetensi dan pemberian sertifikasi sebagai pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki ASN tersebut,” bebernya.

Kepala Puslatbang PKASN LAN,Hari Nugraha, mengatakan setiap instansi dapat mengidentifikasi PNS yang potensial dan bertalenta. Tentu saja melalui uji kompetensi dan penilaian kinerja. Hal itu dengan memadankan kompetensi serta kualifikasi dari jabatan-jabatan yang ada dalam instansi pemerintah. Termasuk mengidentifikasi celahnya.

“Masing-masing PNS yang memenuhi kualifikasi dapat disiapkan untuk mengisi jabatan yang lowong. Sedangkan PNS yang tidak memenuhi kualifikasi tetap dapat dikembangkan kompetensi dan kinerjanya agar memiliki ikatan dan komitmen terhadap organisasi,” paparnya.

Baca Juga:  Bupati Sukabumi Minta Adanya Regulasi Rutilahu dari ADD

Dalam mendukung proses manajemen talenta instansi, LAN sudah menerbitkan Peraturan Kepala LAN Nomor 6 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta LAN. Sementara itu, untuk pembangunan sistemnya/platform digital, masih sedang dibangun aplikasi sistem kerjasama dengan The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

“Dengan berjalannya manajemen talenta di LAN, maka diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran Institusi lain untuk menerapkan manajemen talenta instansinya,” pungkasnya.

Bagikan: