Kehadiran Monalisa Bantu Para Pencari Kerja di Kota Sukabumi

KESATUCO. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Disnaker) Kota Sukabumi segera akan meluncurkan program Monalisa (mobil naker keliling kota) untuk melayani masyarakat. Inovasi tersebut saat ini tengah di kerjakan.

”Jadi monalisa itu salah satu bentuk kami untuk melayani masyarakat dengan sistem jemput bola ke lapangan,” tutur Kepala Disnakertrans Kota Sukabumi Didin Syaripudin, usai rapat pimpinan SKPD di Balaikota Sukabumi, Rabu (26/02/2020).

Didin mengatakan, monalisa nantinya untuk mendekatkan dengan para masyarakat dengan pelayanan, diantarnya untuk pembuatan kartu kuning (AK-1), informasi lowongan kerja, dan program-program pelatihan ketenaga kerjaan. Termasuk pendaftaran transmigrasi.

”Sekaligus kita juga lakukan sosialisasi dan informasi seputar program kami,” tuturnya.

Nantinya lanjut Didin, monalisa itu setiap hari akan mengunjungi masyarakat. Misalkan, hari ini dijadwalkan monalisa berada di Kecamatan Cikole. Dengan begitu, masyarakat atau pencari kerja yang akan membuat kartu AK-1 cukup bisa datang ke lokasi monalisa berada.

”Hari ini misalkan kita jadwalkan di Kecamatan Cikole untuk melayani masyarakat, dan itu setiap hari akan dilakukan,”aku Didin.

Namun saat ini lanjut Didin, kendaraan monalisa perlu dilengkapi dengan sarana ataupun peralatan pendukung yang canggih. Sebab, salah satunya jaringan internet. Sebab, nantinya akan online dengan yang ada di kantor.

”Ya, kendaraan itu perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarananya yang cukup bagus. Mudah-mudahan di perubahan anggaran tahun ini bisa terwujud, kalau tidak ya tunggu di anggaran tahun 2021 saja,” imbuhnya.

Apalagi lanjut Didin, kendaraan yang diterima bekas dipakai oleh DPRD setempat, tentu saja tidak bagus 100 persen, walaupun masih layak untuk dipakai, tapi tetap saja perlu sentuhan-sentuhan agar kendaraan itu nantinya bisa dijadikan untuk pelayanan jemput bola.

”Kita inginnya sih kendaraan monalisa itu seperti OB Van, ataupun seperti yang dimiliki oleh Disdukcapil saat melayani program jemput bolanya,” harap Didin.

Tapi kata Didin, terlepas dari itu pihaknya akan memanfaatkan kendaraan yang ada untuk inovasi jemput bolanya kepada masyarakat.

”Kalau untuk melengkapi kendaraan itu cukup besar anggaran yang dibutuhkan. Ya, bisa jadi seharga kendaraan baru,” pungkasnya. (Her)

Bagikan:
Left Menu Icon