Kegiatan Sekolah di Jabar Belum Akan Dibuka

KESATUCO. Kegiatan sekolah tidak akan dibuka dulu meski sejumlah daerah di Jabar saat ini sudah melonggarkan aturan terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti membuka mal hingga aktifitas warga.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kebijakan soal kegiatan sekolah saat ini masih dalam pembahasan.

“Pendidikan belum dibuka, kami sedang mengukur sekuat-kuatnya agar tidak ada masalah. Di Prancis, Korea Selatan dan Israel terjadi klaster (penyebaran kasus COVID-19) pendidikan pada saat lockdown dibuka,” ujar Gubernur dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6/2020).

Baca Juga:  Rejang Lebong Terima Program Bedah Rumah dari Kemensos

Seperti diketahui, sejumlah negara mulai melonggarkan kebijakan soal karantinta untuk menghindari penularan virus corona. Termasuk kegiatan sekolah. Alih-alih berkurang, yang ada malah ada penambahan kasus.

“Ini menjadi pelajaran, kami tidak ingin terburu-buru membuka institusi pendidikan,” ungkapnya.

Emil meminta, sejumlah lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren, bisa lebih waspada dan berhati-hati dalam proses pembukaan aktivitasnya. Adapun ketika nanti sudah dibuka, protokol kesehatan COVID-19 harus tetap diterapkan dengan baik.

Baca Juga:  Jabat Ketua NasDem Musi Rawas, Ini Target Riza di 2024

“Pesantren harus mengajukan surat permohonan pembukaan kegiatan dengan mengajukan bahwa sudah berkomitmen menjaga protokol kesehatan dan lain-lain,” katanya.

Seperti diketahui, PSBB di wilayah Jabar diperpanjang hingga 26 Juni.

Adapun PSBB di wilayah Bodebek tetap berjalan hingga 2 Juli 2020 disinergikan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

“Keputusan PSBB Jabar diperpanjang sampai dengan 26 Juni untuk mewadahi kota kabupaten yang zona kuning yang ingin melakukan PSBB proporsional. Jadi PSBB Jabar diperpanjang sampai 26 Juni,” kata Emil, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Harus Perhatikan Anggaran KPED

Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid 19 Jabar sudah melakukan evaluasi terhadap PSBB yang berakhir kemarin.

“Dari segi statistik pergerakan orang meningkat. Terjadi temuan (penyebaran) covid yang sebelumnya kurang diwaspadai,” ujar Emil.

Bagikan: