Kawasan Konservasi Dekat Pemukiman Rawan Terjadi Gangguan

KESATUCO. Kepala bidang Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (BTNKS) PTN Wilayah III Bengkulu-Sumsel Muhammad Zainuddin mengakui, kawasan konservasi yang berdekatan dengan kawasan pemukiman warga rawan terjadi gangguan.

“Kawasan yang dekat dengan pemukiman rawan terjadi gangguan, karena ada akses untuk masuk, namun yang jauh dari kawasan pemukiman relatif aman dari gangguan,” kata Zainudin ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 17 Juni 2021.

Dia menyebutkan, di sepanjang wilayah III yakni mulai dari Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan sendiri berbatasan langsung dengan ratusan desa, yang gangguannya beragam, mulai dari pembalakan liar, illegal logging hingga perambahan.

Baca Juga:  Kapolres Tasikmalaya Kota Borong Kerupuk saat Patroli PPKM, Ada Apa?

Seperti di wilayah Kabupaten Rejang Lebong berbatasan langsung dengan 26 desa, di Kabupaten Mukomuko berbatasan dengan 32 desa, di Kabupaten Lebong perbatasan langsung dengan 105 desa dan di kabupaten lainnya.

Baca Juga:  Kapolres Tasikmalaya Kota Borong Kerupuk saat Patroli PPKM, Ada Apa?

“Kerusakan kawasan konservasi akibat gangguan yang terjadi saat ini sekitar 10 persen dari luasan hampir 600.000 hektar, mulai dari Mukomuko hingga Musi Rawas, paling banyak terjadi di wilayah Rejang Lebong dan Lebong,” bebernya.

Selama tahun 2021 ini dia menambahkan, pihaknya mendapatkan temuan kasus aktivitas pembalakan liar, pihaknya mendapatkan dua temuan  kayu olahan yang terindikasi dari dalam kawasan, tumpukan kayu tersebut ditemukan di dekat kawasan konservasi.

Baca Juga:  Kapolres Tasikmalaya Kota Borong Kerupuk saat Patroli PPKM, Ada Apa?

Tumpukkan kayu tersebut ditemukan di wilayah Rejang Lebong, yakni di wilayah Dusun Merasi Kecamatan Bermani Ulu sebanyak 0,5 kubik dan terbaru di wilayah Kayu Manis Kecamatan Curup Utara sebanyak 1 kubik.

Berbagai upaya dilakukan pihaknya dalam mencegah terjadinya gangguan, mulai dari patroli rutin di dalam kawasan, melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat di sekitar kawasan, hingga bekerjasama dengan mitra konservasi. (Izk)

Bagikan: