Kata Dinas Kesehatan Purwakarta soal Masker Langka

KESATUCO.Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta Deni Dermawan menerangkan kelangkaan masker di Purwakarta sebagai respon atas mewabahnya virus corona dari Kota wuhan, China.Ia mengakui kelangkaan tidak hanya di Purwakarta.

Deni mengaku bakal segera meninjau ke apotek-apotek dan menginstruksikan ke bagian pengadaan obat untuk meminta menyediakan stok masker.

“Memang setiap permintaan pasti ada penawaran. Bukan cuma di Purwakarta yang langka tapi se nasional ini terjadi. Sehingga kementerian mesti memproduksi banyak (masker),” ujar Deni di Gedung Nagara, Pemkab Purwakarta, Jumat (7/2/2020).

Ketika disinggung terkait antisipasi upaya dari kelangkaan, Deni menyebut cara mengantisipasinya yakni mengimbau kepada setiap orang yang menderita flu mesti beretika saat batuk dan bersin.

“Minimal memakai sapu tangan ketika batuk atau bersin. Dan warga kalau ingin memakai masker enggak perlu beli yang jenis N95 karena harganya terbilang mahal dan lebih baik yang standar saja,” ujarnya.

Penelusuran ke sejumlah apotek di Purwakarta, stok masker saat ini langka. Mala (30) pegawai di Apotek Syamil Medika mengatakan, kelangkaan masker terjadi sejak sepekan lalu.

“Iya sekarang terbatas bahkan langka. Setiap beli, langsung habis lagi,” ujar Mala.

Menurutnya, kelangkaan itu karena stok masker di pedagang besar farmasi (PBF) telah habis.

“Kami minta ke PBF sudah habis. Kami biasa membeli 10 box kecil tapi dari sejak ada isu virus corona jadi susah,” kata Mala.

Mala menyebut, kendati langka, namun permintaannya tinggi.

Hal sama terjadi di Apotek Permata. Erni (23) pekerja di sana mengaku tak hanya langka, tapi harganya pun melambung tinggi.

“Sekarang harganya bisa capai Rp 50 ribu lebih yang biasanya hanya Rp 30-35 ribu per 1 box. Tapi, banyak saja orang yang mencari,” katanya.(rhu)

Bagikan:
Left Menu Icon