Kasus Kompol Yuni Kecil Kemungkinan Terjadi di Polres Indramayu

KESATUCO. Publik dibuat kaget dengan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Kapolsek Astanaanyar Polrestabes Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

Betapa tidak, sosok Kompol Yuni selama ini dikenal sebagai polwan yang berprestasi. Bahkan, banyak kasus besar terkait penyalahgunaan narkoba yang diungkapnya.

Namun, Kompol Yuni yang saat ini sudah dicopot dari jabatannya sebagai kapolsek itu, malah terciduk Propam Polda bersama 11 anggotanya saat sedang menggunakan sabu.

Baca Juga:  Knalpot Bising Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Sukabumi

Kasus tersebut bahkan mendapat perhatian serius Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. Bahkan, Kapolri menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/331/II/HUK.7.1/2021 tertanggal 19 Februari 2020 mengenai pelaksanaan tes urine kepada seluruh anggota Polri.

Kasus yang menimpa Kompol Yuni, kecil kemungkinannya terjadi di Polres Indramayu. Pasalnya, Polres Indramayu sejak jauh hari telah melaksanakan langkah pencegahan.

Di antaranya dengan menggelar tes urine mendadak berkala kepada seluruh anggotanya, bahkan hingga ke tingkat polsek. Adalah Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang bersama Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo yang memiliki komitmen kuat memberantas penyalahgunaan narkoba, dimulai dari jajarannya terlebih dahulu.

Baca Juga:  Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, Lapas Purwakarta Gelar Baksos

Meski berkala, tes urine dilaksanakan tanpa jadwal alias mendadak. Propam dan Urkes Polres Indramayu, melakukan sidak ke seluruh polsek dan jajaran dalam waktu berbeda.

“Alhamdulillah, hasil tes urine seluruh anggota dan PNS Polri di Polres Indramayu tidak ada satu pun yang terbukti positif menggunakan narkoba,” kata Kasubbag Humas AKP Budiyanto melalui rilisnya, Sabtu (20/2/2021).

Baca Juga:  PBNU Kritik Pemkot Serang Larang Warung Nasi Buka Siang Hari saat Ramadan

Budiyanto mengatakan, kasus Kompol Yuni menjadi tamparan keras bagi institusinya. Juga warning kepada seluruh anggota untuk tidak sekali pun mencoba menggunakan barang haram itu.

“Pak Kapolres sudah memberikan ultimatum keras. Tidak ada tempat, ruang dan toleransi bagi yang terlibat narkoba,” ucap Budiyanto tegas. (Red1)

Bagikan: