Kasus Hoax Libatkan Rahmat Baequni Sudah di Tangan Jaksa Kejati Jabar - Kesatu.co

Kasus Hoax Libatkan Rahmat Baequni Sudah di Tangan Jaksa Kejati Jabar

KESATUCO. Sejumlah berkas kasus  penyebaran informasi bohong atau hoax yang menghebohkan masyarakat sudah berada di Kejati Jabar. Diantaranya, berkas dalam tahap pra penuntutan hingga memasuki tahap dua serta penuntutan.

Kasi Penkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali, mengatakan, satu diantara kasus yang cukup menyita perhatian publik yakni penyebaran berita bohong dengan tersangka Rahmat Baequni.

Menurutnya, berkas perkara atas nama Rahmat Baequni sudah berada di Kejati Jabar,. Saat ini, kasusnya sedang dalam proses pra penuntutan.

“Tahap penanganan perkaranya masih dalam pra penuntutan. Kasusnya masih berproses,” ucap Abdul di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (4/12).

Abdul menjelaskan, dalam berkas perkara Rahmat Baequni, ia diduga melakukan tindak pidana menyebarkan kabar tidak pasti atau kabar berlebihan atau tidak lengkap. Atas perbuatannya, Rahmat dijerat Pasal 14 ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946.

“Yang bersangkutan sebagai terlapor, menyampaikan cermah yang dimuat berdurasi 2 menit 19 detik dengan menulis narasi pada 17 Juni 2019,” ujar Abdul.

Selain kasus Rahmat Baequni, Abdul juga mengungkapkan, beberapa kasus serupa lainnya sudah memasuki tahap dua yaitu penuntutan. Diantaranya, kasus Abdul Jalil yang menyebarkan berita bohong terkait polisi menyamar angkut C1 pada Pemilu 2019 lalu.

“Ada tersangka Abdul Jalil. Sudah persidangan di PN Kuningan. Dituntut 12 bulan penjara karena kasus menyebut polisi nyamar angkut C1 di Kuningan Jawa Barat, pura-pura mau pasang spanduk,” ujar Abdul Muis.

Kemudian kasus yang melibatkan, Dani M Ramdani sudah diputus Pengadilan Negeri Tasikmalaya‎ dengan hukuman 6 bulan. Kasus itu terkait menyebarkan informasi bohong soal polisi memaksa membuka kotak suara dihadang oleh ormas.

Kasus penyebaran informasi bohong soal polisi bermata sipit disebutkan tenaga kerja asing asal China juga diusut. Tersangkanya bernama Yudi Hadiansyah Asari asal Majalengka.

“Kasusnya (Yudi) masih pra penuntutan,” ungkap Abdul Muis.

Terakhir, kasus menjerat Iwan Adi Sucipto asal Kabupaten Cirebon. Kasus itu terkait informasi bohong bernada adu domba antara TNI dan Polri.

“Kasusnya (Iwan) sudah tahap II di Kejari Cirebon,” pungkasnya. (ram)

Bagikan:
Left Menu Icon