Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tinggi, Fogging akan Digratiskan

KESATUCO. Pemkot Tasikmalaya akan menggratiskan fogging (pengasapan) di setiap rumah sebagai langkah memberantas nyamuk Aedes aegypty, penyebab demam berdarah dengue (DBD). Selama ini, biaya fogging setiap satu rumah Rp 10 ribu.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya Uus Supangat menuturkan, pihaknya dalam pertemuan itu menitipkan 3T, 3P, dan 3M. 3 T yakni temukan kasusnya, tes DBD yang difasilitasi pemerintah di puskesmas dan treatment DBD. Sedangkan 3P adalah Penyuluhan, Pencatatan pelaporan berjenjang, Pemberantasan.

Baca Juga:  Duo F Pantas Terima Bintang Mahaputra Naraya dari Jokowi

“Lalu 3M adalah mengkampanyekan secara masif menguras, mengubur dan menutup barang bekas, genangan air, serta sumber lainnya yang jadi sarang nyamuk Aedes Aegypty. Kita berharap bisa diturunkan secara signifikan. Makanya penguatan ini harus kita lakukan secara maksimal,”kata dia.

Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, saat ini Kota Tasikmalaya sudah status siaga satu DBD. Bahkan sejak Januari hingga akhir Juni sudah mencapai 756 kasus dengan kematian 16 orang.

Baca Juga:  Didampingi Ridwan Kamil, Presiden RI Tinjau Uji Klinis Vaksin COVID-19

“Labih tinggi dari tahun sebelumnya yang mencapai 672 kasus. Makanya di Juli ini harus turun angka kasusnya serta tak ada lagi kematian.” ujarnya usai pertemuan dengan para dokter puskesmas, rumah sakit, klinik dan praktik swasta di Grand Metro Hotel, Kamis (02/07) siang.

Budi menambahkan, pihak Dinkes sengaja mengundang para dokter setelah pagi hari di Balaikota pihaknya juga mengundang para camat dan lurah agar penanganan DBD lebih masif lagi.

Baca Juga:  Ketua MPR: Tingkatkan Kiprah Politik Kaum Perempuan

“Evaluasi kami, ada 6 puskesmas dengan 2 orang pasien DBD meninggal. Kita evaluasi studi kasusnya seperti apa dan jangan sampai ada keterlambatan penanganan,”jelas budi.

“Kita punya si Cetar 119, gratis itu. Agar masyarakat cepat ditangani jika ada DBD lagi. Prinsipnya DBD kan bisa ditangani tapi jika telat ya berbahaya. Saya lebih fokus kepada penanganan kedaruratannya,” pungkas budi.

Bagikan:
Left Menu Icon