Kambuhan, Residivis Curanmor Dapat Tindakan Terarah dan Terukur dari Personel Polresta Tasikmalaya

KESATUCO. DS (43) tampak terpincang-pincang sambil menahan rasa sakit saat digelandang ke Mapolresta Tasikmalaya, Rabu (6/1/2020) pagi. DS yang tercatat sebagai warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ini mendapatkan tindakan terarah dan terukur oleh petugas karena sempat berusaha melawan saat hendak ditangkap.

DS yang merupakan residivis kambuhan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditangkap pada Rabu (6/1/2020) dini hari. DS ditangkap dari tempat persembunyiannya di Kota Tasikmalaya. Dirinya diburu usai polisi mendapatkan laporan dari warga.

DS sendiri memiliki catatan cukup panjang perihal kasus curanmor. Dirinya tercatat telah tiga kali keluar masuk bui dengan kasus yang sama.

Baca Juga:  Gandeng Kecamatan Kebonpedes, BNNK Sukabumi Gencarkan Desa Bersinar

Medio 2000 lalu DS memulai aksinya melakukan pencurian kendaraan bermotor. Adapun saat keluar dari penjara untuk yang ketiga kalinya, DS fokus mengincar sepeda motor Honda Beat. Tercatat, dirinya sudah mencuri sebanyak delapan kali di beberapa lokasi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Di hadapan polisi DS mengaku, dirinya tak kapok melakukan aksi pencurian walaupun sudah tiga kali keluar masuk bui. Dirinya beralasan karena terdesak tuntutan ekonomi, apalagi di masa pandemi COVID-19 seperi saat ini.

“Anak saya empat pak. Saya kerja serabutan dan bisanya ya ini (mencuri motor) karena kebutuhan ekonomi. Ya mau gimana lagi pak,” kata DS di hadapan polisi.

Baca Juga:  Kabar Baik untuk Pelaku Pariwisata dan Kebudayaan di Jabar
FOKUS HONDA BEAT

Menurut DS, jenis Honda Beat menjadi fokusnya karena motor jenis itu lebih mudah untuk dicuri. Tak membutuhkan waktu lama dan mencurinya lebih mudah. Menjualnya juga gampang dan harga jualnya pun cukup tinggi di pasaran.

“Kalo Honda Beat biasanya saya jual Rp2.200.000 dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Dijual di daerah perbatasan Tasikmalaya dan Garut,” ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya AKP Yusuf Ruhiman mengatakan, saat dilakukan penagkapan di Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya pelaku sempat melawan petugas. Karena itu terpaksa dilakukan tindakan terarah dan terukur kepada pelaku.

Baca Juga:  Aspirasi Masyarakat Rejang Lebong Masih Didominasi Bidang Infrastruktur

“Pelaku ini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus curanmor di delapan TKP. Meski telah mengakui perbuatannya di delapan TKP, namun kami tetap melakukan pengembangan,” kata Yusuf.

Pihaknya pun akan lakukan pemeriksaan secara maraton. Dan, guna kepentingan penyelidikan, kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolresra Tasikmalaya dan masih dilakukan pengembangan terhadap pelaku.

“Pelaku telah dilakukan penahanan guna kepentingan penyelidikan,” ucap Yusup. (Andri/Red1)

Bagikan: