Kader HMI Berbagi Lewat #DapurOnline

Oleh : Herli Chandra

ATAS nama kemanusiaan, sekecil apapun kepedulian, asah dan pupuklah. Karena seharusnya kebahagiaan milik kita semua “Kader HMI Berbagi”.

Kami bagi-bagi makanan, itu awal #DapurOnline yang di gagas oleh Bambang P. Rambe (Wasekjen PA PB HMI), Alia Fauzan M (Ketua HMI Komisariat Ushuluddin / Pelaksana Dapur Online), dan Herli Chandra Sekretaris Pelaksana Dapur Online) HMI Cabang Kabupaten Bandung.

Gerakan ini digagas dari kejenuhan kami yang mengisolasi diri di kontrakan dan tak bisa pulang kerumah akibat dari wabah Covid 19.

Kami berasumsi bahwa kondisi ini membawa masyarakat kita pada suasana ketidak pastian batin yang berbenturan juga dengan kebutuhan pangan, terlebih kami sebagai aktivis ada ketidak biasaan ketika harus diam saja melihat situasi seperti ini.

Ini kondisi darurat, kita harus menyadari dan menggalang solidaritas serta bergotongroyong jangan mau aman sendiri saja.

Akhirnya muncul gagasan tentang #DapurOnline dan solidaritas sesama manusialah yang mendorong kami terjun untuk melakukan sesuatu yang bisa dilakukan.

#DapurOnline adalah kami yang memasak, mengemas dan membagikannya. Gerakan ini dalam rangka membantu kepala keluarga yang kehilangan pendapatan harian mereka, sebagian dari mereka ialah pekerja sektor informal, buruh harian , tukang bangunan, tukang ojek, rumah yatim dan yang lainnya.

#DapurOnline awalnya terpusat di Bandung Timur tapi sejauh dua pekan ini kita juga sudah sampai ke kota bandung ciwastra tepatnya di rumah binaan (panti Asuhan).

Selain juga Gerakan sosial bagi-bagi makanan pada malam harinya kami Aktif mengadakan diskusi via online dengan platform dalam rangka membesarkan Gerakan Nasional untuk #DapurOnline dan tetap merawat nalar.

Alia Fauzan M mengatakan semoga dengan masifnya Gerakan ini dapat mengilhami pemangku negara pemilik kebijakan tentang keharusan menginsyafi nasib-nasib mereka yang terkena dampak.

Karena perlunya langkah kongkrit dilakukan dan digelorakan mengingat Jawa Barat Khususnya disebut-sebut sebagai zona merah, yang secara tidak langsung kesenjangan di wiliyah kebutuhan meninggi dengan belum adanya solusi ekonomi mengenai (#dirumahsaja). Gerakan awal kita tidak menunggu donasi tapi langsung aksi ke lapangan.

Setelah beberapa hari #DapurOnline berjalan, serta masifnya gerakan yang dibuat dengan bantuan berbagai unsur bersama HMI Komisariat Adab dan Humaniora serta komisariat Syari’ah dan hukum. Serta bantuan lainnya baik berbentuk Do’a, kata, tenaga, dan harta akhirnya dapur online konsisten tiap hari menjelang malam membagikan makanan. Sejauh dua pekan tak menyangka donasi terus berdatangan, Gerakan #DapurOnline mendapatkan Sambutan Positif, diantaranya dari “DPR RI Bapak Dede yusuf, Ketua Bawaslu Kang Januar Solehuddin, Ibu Anne Rahmawati Humas pemda Kab. Bandung, Abang Reza Fahlevi Direktur The Jakarta Institute dan tokoh-tokoh lainya”. Voulentir dapur online pun meningkat dari kawan-kawan hmi khususnya dari HMI Cabang Kabupaten Bandung.

Tak akan ada yang jatuh miskin dengan memberi #ujar kang Januar
Sementara itu, “keimanan sejati terpatri dari kepedulian kepada sesama. Bari Bersama hadapi Covid 19. Indonesia Bisa !. Ungkap Bang Reza Pahlevi.

Setiap hari akan kita kampanyeukan Gerakan ini agar menjadi sebuah Gerakan social yang lebih masif lagi, kita bantu pemerintah melalui cara yang lebih baik ketibang hanya mencibir.

Memasuki hari ke 14 ini Gerakan #DapurOnline Bagi-bagi makanan gratis sudah konsisten membuat 50 hingga 100 bks nasi per-harinya. Stop menggunakan covid 19 sebagai solusi bahwa bumi bisa bernafas kembali, mengabaikan kenyataan ancaman covid 19 bagi masyarakat yang rentan dan lemah. Yang patut disyukuri adalah kepedulian dan kesadaran.

#kamiBagiBagiMakanan

Mari bergotong royong lakukan dimana saja walau itu hanya sebungkus nasi, walaupun tangan tak bisa saling memegang bersua sapa harus tutup mulut. Tapi tetap jangan tutup hati untuk saling peduli.

Tetap jaga jarak dan #dirumahaja biar kami bagi-bagi makanan, Indonesia akan bangkit dari wabah covid 19 ini, terus gelorakan kepedulian social.

Bagikan: