Kabupaten Sukabumi Ditargetkan Jadi Demplot Tambak Udang Berkelanjutan

KESATUCO. Wilayah selatan Kabupaten Sukabumi akan dijadikan tambak udang model kluster oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Hal itu untuk memacu peningkatan ekspor udang. Dengan demikian, Kabupaten Sukabumi ditargetkan menjadi demonstration plot atau demplot tambak udang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Slamet Soebjakto mengatakan, rencana pembuatan tambak udang berkelanjutan tersebut, sejalan dengan program Presiden Joko Widodo.

Yakni, untuk meningkatkan ekspor udang sekitar 250 persen di 2024. Sebab, udang menempati nilai ekspor tertinggi, selain ikan tuna.

Baca Juga:  Hilmi Aminudin Pendiri PKS Meninggal Setelah Terpapar Covid 19

“Hasil kajian para ahli, udang masih menempati satu komoditas strategis sampai puluhan tahun ke depan. Udang disenangi masyarakat dunia. Prospeknya tidak terbatas untuk kebutuhan dunia. Indonesia sendiri, penghasil nomor dua udang setelah India,” ujarnya saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/6/2020).

Nantinya akan dibangun kawasan terdiri dari kluster-kluster. Sehingga, air yang nantinya digunakan tidak mencemari lingkungan.

“Nanti, dalam menarik air dari laut dan ke laut lagi secara bersih. Termasuk kaidah cara budidaya yang baik akan dilakukan. Indonesia memiliki potensi untuk dibuat model percontohan tambak berkelanjutan. Termasuk di Kabupaten  Sukabumi,” ucapnya.

Baca Juga:  Geliat Gula Aren di Tengah Pandemi COVID-19

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, lokasi yang rencananya akan dijadikan tambak undang berkelanjutan berada di Kecamatan Ciemas. Terkait aturan dan tata ruangnya sudah ada.  “Daerah (Ciemas) tersebut terdapat area pertambakannya,” ucapnya.

Selain itu, potensi udang di Kabupaten Sukabumi sangat melimpah. Ditambah, wilayah selatan Kabupaten Sukabumi belum tercemar. “Sekarang sedamg dijajaki. Nanti Sukabumi akan menjadi demplot tambak udang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di Indonesia ada lima. kabupaten Sukabumi menjadi yang ke lima,” katanya menerangkan.

Baca Juga:  Polres Cimahi Ungkap Bakso Oplosan Isi Daging Babi, Dijual ke Purwakarta, Tasikmalaya dan Cianjur

Maka dari itu, peran serta masyarakat harus lebih tinggi. Potensi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Masyarakat yang diajak budidaya harus benar benar menggeluti secara baik. Dari sini bisa mengungkit pertumbuhan,” ucapnya. (Jay/Ded)

Bagikan:
Left Menu Icon