Jumlah Penderita HIV/AIDS Purwakarta Nomor 11 di Jabar - Kesatu.co

Jumlah Penderita HIV/AIDS Purwakarta Nomor 11 di Jabar

KESATUCO. Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Purwakarta berdasarkan berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Purwakarta mencapain 574 orang. 
Jumlah tersebut muncul berdasarkan akumulasi KPA Purwakarta sejak tahun 2013 hingga 2018.
Pengelola Program di KPA Kabupaten Purwakarta, Wahyu Yulhaidir, mengatakan, angka itu menempatkan Kabupaten Purwakarta di posisi ke 11 di Jabar dengan jumlah ODHA terbanyak di tahun 2108.
“Kalau tahun sekarang sampai dengan Agustus 2019, ada 94 temuan kasus baru. Data tersebut diperoleh dari Rumah Sakit Bayu Asih. Tahun 2018 Purwakarta menempati posisi ke 11 se-Jabar” kata Wahyu di Purwakarta, Rabu (4/12).
Wahyu menyebut, rata-rata umur ODHA di wilayah Purwakarta berada di usia produktif. Antara umur 17 sampai dengan 60 tahun.
“Faktor resiko penularan paling tinggi dari lelaki seks lelaki (LSL) paling banyak didominasi yakni 59 persen. Pekerja seks 10 persen, lain-lain 7 persen, pelanggan seks 11 persen, dan pasangan 8 persen,” ungkapnya. 
Diejelaskan Wahyu, dalam menanggulangi HIV/AIDS, pihaknya menerapkan program penanggulangan prioritas cakupan pelayanan komprehensif. Antara lain seperti dengan perluasan jumlah dan kualitas layanan, tenaga kesehatan terlatih, konselor dan penjangkauan.
“Yang paling penting ialah konsep perubahan perilaku.  Melalui pendekatan agama dan pengetahuan tentang bahaya HIV AIDS bagi Masyarakat,” Kata Wahyu.
Diketahui, ODHA harus mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup untuk mengendalikan virus yang ada di dalam tubuhnya. Di Kabupaten Purwakarta, obat ARV ada di Rumah Sakit Bayu Asih.
“Bila ODHA rutin Minum ARV, bisa mengecek jumlah virus nya melalui  Viral Load. Tujuannya untuk mengetahui jumlah virus sampai tak terlihat jumlah virusnya bagi yang sudah konsumsi ARV lebih satu tahun. Obat ARV Gratis dari pemerintah,” ujarnya.
Disamping itu, lanjut dia, target program  pengendalian Kemenkes sampai tahun 2030 yaitu tri Zero, zero infeksi HIV, kero kematian akibat AIDS, zero stigma dan diskriminasi bagi ODHA.
“Ada 20  Puskesmas setiap kecematan di Purwakarta. Bisa tes HIV gratis di empat rumah sakit. YakniRamahadi, RSUD Bayu Asih, RS Amira, dan RS Siloam,” paparnya.
Sementara itu, manager program Yayasan Resik yang khusus menanggulangi HIV/AIDS, Aris Mawardi, mengatakan stigma di masyarakat masih. Di sisi lain, partisipasi masyarakat dianggap kurang.
Untuk itu, pihaknya gencar melakukan sosialisasi guna menambah wawasan masyarakat tentang HIV/AIDS serta melakukan penanggulangan Aids berbasis masyarakat
“Diharapkan warga peduli Aids (WPA) bisa jadi garda terdepan untuk menjangkau, menemukan dan mendampigi HIV/AIDS,” harapnya. (Hru)
Bagikan:
Left Menu Icon