Jaksa KPK Tuntut Iwa Karniwa Eks Sekda Jabar Dipidana Penjara 6 Tahun

KESATUCO. Terbukti terima suap Rp. 400 Juta dalam pengurusan persetujuan substansi RDTR Bekasi untuk kepentingan mega proyek Meikarta, mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa dituntut 6 Tahun kurungan pidana.

Hal itu terungkap dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kiki Ahmad Yani dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan L.L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (24/2).

Jaksa Kiki mengatakan, Iwa Kaniwa dinilai terbukti bersalah telah menerima suap sebesar Rp 400 juta dalam pengurusan persetujuan substansi RDTR Bekasi untuk kepentingan mega proyek Meikarta.

Tidak berhenti sampai disana, Jaksa Kiki juga menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 400 subsidair 3 bulan penjara. Jika tidak bisa membayar, harta bendanya disita. Jika harta bendanya tidak mencukupi maka diganti pidana penjara selama 1 tahun.

“Menuntut Majelis Hakim yang menangani perkara ini agar menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun, denda Rp 400 juta, subsidair kurungan 3 bulan,” ucap JPU KPK, Kiki Ahmad Yani dalam amar tuntutannya.

Jaksa KPK Kiki juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan menuntut hukuman bagi terdakwa.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tidak pidana korupsi, tidak mengakui perbuatan dan tidak menyesali perbuatan.

“Sementara hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan,” ujar Jaksa Kiki.

Jaksa KPK Kiki menjelaskan, Iwa Karniwa eks Sekda Jabar ini diduga menerima hadiah atau pemberian dari PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama. Pemberian dimaksudkan agar Iwa membantu mempercepat keluarnya persetujuan dari Gubernur Jabar atas Raperda RDTR.

Diketahui, uang yang diterima oleh Iwa Karniwa sebagian besar digunakan untuk membuat banner sosialisasi. Pasalnya, pada saat bersamaan, Iwa maju sebagai bakal calon Gubernur Jabar dari PDIP.

Bagikan:
Left Menu Icon