Jabat Kepala BI Sumsel Hari Widodo Lirik Potensi Unit Usaha Pesantren

KESATUCO. Hari Widodo dikukuhkan menjadi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan (Sumsel) oleh Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto, di Kantor BI Sumsel pada Jumat (14/2/2020) lalu.

Hari menggantikan posisi Yunita Resmi Sari yang dimutasi ke BI Pusat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas.

Hari Widodo pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Sumsel, sehingga dinilai sudah memiliki bekal yang sangat cukup.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Sumsel Erwin Rijanto menyebutkan, dirinya optimis sosok Hari akan mampu meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya.

“Pengalihan tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia mempunyai arti yang penting dan strategis. Ini merupakan bagian dari upaya transformasi Sumber Daya Manusia untuk mengakselerasi pencapaian visi dan misi Bank Indonesia,” kata Erwin.

Dijelaskannya, Bank Indonesia terus berupaya untuk menempatkan Kantor Perwakilan secara tepat. Sehingga dapat mengikuti dinamika perkembangan dan tantangan di wilayah masing-masing.

“Kami juga berkeinginan untuk meningkatkan peran dan partisipasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan
pengembangan ekonomi dan keuangan yang lebih baik ke depan,” ucapnya.

Dirinya berharap Kepala BI Sumsel yang baru dikukuhkan dapat menggali sumber sumber ekonomi  baru. “Terutama yang perlu kita kembangkan lebih jauh lagi adalah mengenai pariwisata dan ekonomi syariah,” katanya.

Bank sentral menilai pertumbuhan ekonomi Sumsel sudah tergolong sangat baik lantaran terbukti mencatatkan angka di atas nasional. Di mana pertumbuhan ekonomi pada 2019 lalu sebesar 5,71 persen sementara nasional sebesar 5,02 persen.

Program Kemandirian Ekonomi Syariah

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumsel Hari Widodo menjelaskan, terkait pengembangan ekonomi syariah, BI Sumsel mempunyai program kemandirian ekonomi syariah.

“Yaitu pengembangan peternakan ayam di Ponpes Nurul Huda di OKU Timur dan Ponpes Mukimussunah di Palembang,” kata Hari.

Ke depan, dirinya akan melihat kembali potensi di beberapa pondok pesantren yang dinilai dapat dikembangkan unit usaha. Untuk itu, BI saat ini sedang melakukan pemetaan ponpes yang dinilai memiliki potensi unit usaha untuk dikembangkan.

“Ada dua unit usaha yang akan kita fokuskan, yaitu pembuatan penyulingan air dan pengelolaan sampah. Karena sudah terbukti ada beberapa ponpes di luar Sumsel yang berhasil mengembangkan dua unit usaha ini,” ujarnya.(sil/add)

Bagikan:
Left Menu Icon