Ini Kata Emil Serunya Menjadi Dubber

KESATUCO. Film animasi karya Batavia Pictures, Riki Rhino siap tayang di layar bioskop Indonesia. Animasi buatan anak muda Bandung ini mengangkat tema satwa langka. Dijadwalkan tayang 27 Februari 2020, sejumlah publik figur menjadi dubber atau pengisi suara beberapa karakter satwa langka. 

Riki Rhino mengisahkan perjalanan Rino, si Badak Sumatera dengan Beni melawan para pemburu. Dalam perjalanannya, mereka berdua banyak membantu ragam satwa langka yang hampir ditangkap pemburu.

Pada film berdurasi 90 menit ini, penonton tidak cuma mendapatkan informasi mengenai keanekaragaman satwa langka, tapi juga pemandangan Taman Nasional mulai dari Kepulauan Sabang sampai Kalimantan.

Sutradara Erwin Budiono mengaku cukup sulit mendapatkan pengisi suara yang pas. Katanya, dubber harus sesuai karena akan menjadi penyampai pesan dari sebuah karakter. Erwin tidak mau asal pilih dalam memilih dubber.

Emil Isi Suara Karakter Grada

Salah satu yang diminta mengisi suara adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Emil, sapaan akrabnya kebagian mengisi suara karakter elang Jawa bernama Grada. Satwa dilindungi itu memiliki karakter bijaksana dan suka menasihati teman-temannya.

“Ya, karakternya sama-sama dengan saya lah. Suka menasihati dan bijaksana,” katanya di Cihampelas Walk, Jumat malam (21/02/2020).

Proses produksi yang seluruhnya dilakukan di Bandung, kata Emil, bisa mendukung ekonomi kreatif masyarakat setempat. Pihaknya sangat mendukung produksi film ini, pasalnya hampir 100 orang pekerja di studio animasi Batavia Pictures seluruhnya warga Jabar.

Banyak pesan yang bisa diambil dari film Riki Rhino, selain memperkenalkan kembali jenis satwa langka di Indonesia, tapi menggugah penonton untuk lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya hutan sebagai habitat asli fauna Indonesia.

“Ada pesan sosial moral terkait orang masih menganggap lingkungan harus melayani gaya hidup manusia. Padahal kalau sudah banjir, mereka ada andil juga,” katanya.

Proses merekam suara dilakukan Emil di rumah dinasnya, Gedung Pakuan saat akhir pekan. Tidak memakan waktu lama, dia hanya butuh 20 menit mengisi suara sebagai elang Jawa.

Meski bukan pengalaman pertamanya terlibat pada produksi film, diakuinya menjadi pengisi suara film animasi jauh lebih sulit, karena memerlukan ketepatan intonasi suara dengan gerak animasinya.(sab/add)

Bagikan:
Left Menu Icon