IBM Jadi Solusi Sulitnya Akses Rehabilitasi

KESATUCO. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), telah menginisiasi terbentuknya layanan rehabilitasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Hal itu ialah Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

“IBM dibentuk sebagai solusi atas kendala sulitnya akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika,” ujar Kepala Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Sukabumi, Bambang Sutedjo, usai monitoring dan evaluasi program pasca rehabilitasi, Rabu (18/11/2020).

Baca Juga:  Bupati Sukabumi Minta Adanya Regulasi Rutilahu dari ADD

Lewat IBM, korban penyalahgunaan narkotika ini kemudian mengikuti program pascarehabilitasi. Tentu saja program itu diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Sukabumi Minta Adanya Regulasi Rutilahu dari ADD

“Sehingga goal terakhir adalah para mantan pecandu akan bisa mempertahankan kepulihanya, produktif, dan berfungsi sosial sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Pasalnya, persoalan narkoba kini tak hanya terjadi di negara dan kota besar. Namun telah merambah ke daerah kecil dan terpencil.

Baca Juga:  Bupati Sukabumi Minta Adanya Regulasi Rutilahu dari ADD

“Diperlukan langkah yang strategis, baik dalam aspek preventif maupun kuratif,” ungkapnya.

Maka dari itu, Jokowi melalui Instruksi Presiden No 02 Tahun 2020 mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk berperan aktif menangani masalah P4GN.Salah satunya penyediaan layanan rehabilitasi. (jay)

Bagikan: