Homestay Nuansa Rumah Adat di Kawasan DMHB Kembali Dibangun

KESATUCO. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP), tahun 2021 ini kembali membangun homestay bernuansa rumah adat di kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB).

Kepala Dinas PUPR-PKP Rejang Lebong, Yusran Fauzi mengungkapkan tahun ini homestay yang dibangun sebanyak 7 unit, dimana sebelumnya telah dibangun sebanyak 15 unit.

“Yang dibangun tahun ini sebanyak 7 unit ditambah 1 unit musholah, sebelumnya sudah dibangun 15 unit jadi totalnya 22 unit, targetnya sendiri akan dibangun 34 unit,” kata Yusran dikonfirmasi Kesatu.co, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga:  Intensifkan Vaksin COVID-19, Polsek Cisayong Jemput Warga

Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan homestay nuansa rumah adat tersebut Rp 2,349 miliar, yang proses pembangunannya ditargetkan selesai hingga akhir Desember 2021 mendatang.

Usai dibangun disebutkan dia, nantinya akan diserahterimakan kepada Dinas Pariwisata setempat untuk dikelola, sama seperti 15 rumah yang dibangun sebelumnya yang saat ini sudah dimanfaatkan.

Baca Juga:  Pendaftaran Program BPUM Masih Dibuka

“Nantinya diserahkan ke Dinas Pariwisata, seperti yang 15 unit kemarin yang saat ini sudah dimanfaatkan yang bekerjasama dengan BUMDes sebagai pengelolanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Upik Zumratul Aini membenarkan jika homestay yang berada di kawasan DMHB sudah dimanfaatkan dan telah menyumbang PAD.

Baca Juga:  Rejang Lebong Terima Program Bedah Rumah dari Kemensos

Dia mengakui, tarif sewa homestay tersebut masih tergolong murah yakni hanya Rp 150.000 per malam, sehingga menurutnya tarif tersebut perlu direvisi.

“Tarifnya Rp 150.000 per malam, mungkin ini perlu direvisi kembali karena tarifnya terlalu rendah saya rasa,” bebernya.

Dia menambahkan, sejauh ini sudah banyak wisatawan, baik wisatawan lokal maupun luar daerah yang memanfaatkan homestay tersebut. (Izk)

Bagikan: