HKTI Minta Pemkot Sukabumi Pastikan Ketersediaan Air Pasca-Musim Hujan

KESATUCO. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI Kota Sukabumi A Bagus Pekik H, meminta Pemkot Sukabumi harus menjamin ketersediaan air untuk pertanian bagi warganya saat  kemarau nanti atau pasca-selesainya musim hujan saat ini.

“Saat ini musim hujan, petani kita bisa menanam padi. Namun pemerintah harus mengatasi bagaimana caranya dapat menyimpan air di musim hujan agar dapat digunakan saat musim kemarau,” ujar Ketua HKTI Kota Sukabumi saat ditemui di kediamannya di Kota Sukabumi, Rabu (29/1/2020).

Menurut Bagus, saat ini Pemkot Sukabumi harus mulai serius memikirkan insfrastruktur pertanian. Satu di antaranya dengan membangun danau kecil atau embung air untuk menampung air saat musim hujan dan digunakan saat musim kemarau nanti.

“Musim kemarau yang harus jadi perhatian. Kalau air dibiarkan lewat begitu saja, sayang tidak termanfaatkan,” katanya.

Selain itu, tambah Bagus, pemerintah juga harus mulai mengantisipasi adanya alih fungsi lahan yang kemungkinan akan terjadi karena dampak adanya tiga proyek besar yang masuk ke Sukabumi. Selesainya pembangunan rel ganda, jalan tol, dan bandara, diyakini memacu pembangunan di Sukabumi.

“Dengan selesainya proyek itu, otomatis Sukabumi akan menjadi wilayah ekonomi baru. Tugas kita adalah bagaimana agar RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) menjadi aturan yang tidak bisa dilanggar. Agar tidak terjadi banyak alih fungsi lahan,” katanya.

Kemudian, lanjut Bagus, persoalan yang berikutnya adalah regenerasi petani. Jumlah petani semakin berkurang lantaran minat kaum milenial untuk bertani sangat minim dan lebih memilih propesi lainnya.

“Ini juga jadi permasalahan. Kalau sudah tidak ada lagi yang mau menanam padi, itu sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup di daerah ini,” katanya.

Munurut Bagus, saat ini banyak anak muda yang memikiki pemikiran bahwa bertani bukan pilihan baik untuk sebuah pekerjaan. Padahal, pertanian itu dapat memberikan penghasilan yang lebih baik dari profesi yang mereka pilih saat ini.

“Ini yang menjadi PR pemerintah. Bagaimana menggairahkan generasi milenial untuk kembali ke pertanian,” pungkasnya.(Her/Add)

Bagikan:
Left Menu Icon