Hasil Uji Lab Forensik Ambruknya Atap SDN Gentong Pasuruan Sudah Keluar

Polisi Bakal Segera Mengumumkan Nama Tersangka

KESATUCO. Hasil uji laboratorium forensik terkait penyebab ambruknya atap SDN Gentong di Pasuruan yang menewaskan seorang guru dan satu murid, sudah keluar. Pihak kepolisian pun bakal segera mengungkapkan nama tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyebutkan, hasil labfor tersebut sedang dikombinasikan dengan pernyataan para saksi. Barung menambahkan ada empat saksi, dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan dua orang dari pihak kontraktor.

“Jadi saya perlu koreksi bahwa ini proyek tahun 2012 bukan 2017. Nah kita memanggil empat orang ini baik PPK, baik pelaksana. PPKnya ada dua orang pelaksanaannya dua orang guna kita minta keterangannya dan kita tunggu updatenya ya karena laboratorium forensik kita hasil sudah keluar. Nanti akan kita combine,” papar Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga:  Cerita Ketua RW soal Penghuni Rumah yang Simpan 402 Kg Sabu di Sukabumi

Keempat saksi ini yakni RT (43) PNS Dinas Pendidikan Kota Pasuruan dan MR seorang PNS RSUD Dr R Soedarsono yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK). Ada pula dua pihak kontraktor yakbi LS (38) Direktur CV Andalus dan SSM (40) Direktur CV DHL Putra dan

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Pemangkasan Anggaran Harus Dilanjut, Saatnya Negara Fokus Sejahterakan Rakyat

“Dari empat saksi ini tidak menutup kemungkinan akan berubah statusnya menjadi tersangka,” imbuh Barung

Sementara pada Kamis (7/11/2019),
Mendikbud Nadiem Makarim mengecek kondisi gedung SDN Gentong ambruk di Kota Pasuruan. Terlihat Nadiem geleng kepala saat melihat langsung kondisi bangunan.

“Saya sudah mengirim tim dari inspektorat jendral untuk melakukan investigasi. Kita harus menghindari ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Baca Juga:  Polda Jabar Buka Kembali Pelayanan SIM, STNK, dan BPKB

Atap SDN Gentong ambruk di Kota Pasuruan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa (5/11/2019) ini menyebabkan dua meninggal. Selain itu, 11 siswa lainnya luka-luka.

Gedung yang ambruk berada di bagian depan. Terdiri atas empat kelas, yakni kelas II-A dan II-B serta kelas V-A dan V-B. Rata-rata tiap kelas ada 30 siswa.(add)

Bagikan:
Left Menu Icon