Hasil Penyelidikan Polisi, Gedung Kejagung Sengaja Dibakar

Segera Ditetapkan Tersangka

KESATU. Pihak kepolisian menemukan unsur pidana dalam peristiwa kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi disimpulkan bahwa kebakaran sengaja direncanakan oleh pihak-pihak tertentu.

“Mengambil keterangan saksi-saksi, melakukan pra rekonstruksi dan simulasi, mengambil keterangan ahli kebakaran dan ahli pidana, penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis 17 September 2020.

Saksi yang telah diperiksa sebanyak 131 orang, antara lain dilakukan dengan menggunakan alat poligraf atau uji kebohongan.

“Bahkan pra rekonstruksi yang dilakukan pada Jumat 28 Agustus 2020 menghadirkan orang-orang yang diduga ada di gedung utama pada hari kejadian kebakaran gedung Kejagung yang berada di setiap lantai, mulai lantai dasar, Lantas 1 sampai dengan lantai 6,” tuturnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Ada 8,7 Juta Ha Pertambangan Ilegal di Hutan Indonesia

Adapun ahli yang diminta keterangan adalah ahli kebakaran dan ahli pidana. Pemeriksaan dilakukan juga terhadap fasilitas atau peralatan yang dapat membantu proses penyelidikan termasuk diantaranya menggunakan foto satelit untuk menentukan sumber api kebakaran.

“Juga melakukan pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan di sekitar TKP,” terang Listyo.

Listyo mengatakan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana umum karena sengaja membakar gedung utama Kejagung. Maka dari itu pihaknya meningkatkan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan melalui gelar perkara atau ekspose kasus kebakaran tersebut.

Baca Juga:  Meski Pandemi, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Tetap Peroleh Imbal Hasil Di Atas Deposito

“Penyelidik berpendapat terhadap kasus tersebut ada dugaan peristiwa pidana, sehingga terhadap proses yang dilakukan akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” ucap Listyo.

Meski demikian, pihaknya belum menetapkan tersangka yang diduga melakukan kebakaran gedung utama Kejagung. Namun terduga pelaku dapat dijerat melanggar Pasal 187 KUHP dan Pasal 188 KUHP.

Pasal 187 KUHP menyatakan “Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang; dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Sementara Pasal 188 KUHP berbunyi: Apabila karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain; dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

Baca Juga:  KSP Dorong Babinsa dan Babinkamtibmas Berperan Sukseskan Vaksinasi COVID-19

Sementara itu ada pihak yang mengaitkan kebakaran gedung utama Kejagung dengan penanganan kasus Joko Tjandra. Jaksa Pinangki Sirna Malasari disebut-sebut mengupayakan Joko agar tidak menjalani eksekusi hukuman 2 tahun penjara dalam kasus korupsi cessie bank Bali melalui fatwa Mahkamah Agung atas izin pejabat tinggi di Kejagung. Pinangki yang saat ini berstatus tersangka berkali-kali kedapatan memasuki ruangan petinggi Kejagung tersebut untuk melaporkan perkembangan usaha menyelamatkan Joko dari jeruji besi.(sak)

Bagikan: