Harra Band Usung Genre City Pop yang Menyegarkan 

KESATUCO. Di tengah menjamurnya grup musik indie, Harra Band berani mendobrak pasar musik indie. Mengusung genre city pop yang cenderung jarang diambil musisi indie, grup musik ini percaya diri dengan genre dan aransemen yang menyegarkan. 

Harra Band terbentuk Maret 2019. Nama Harra diambil dari akronim harmoni dan suara serta dibalut makna lain yaitu harapan dan gelora.

Terbentuk dalam format band, Harra diawaki musisi muda. Yaitu, Issac G Kondisi dan Asilah Andreina (vokal), Rainer Bangsawan dan Haryo Tejo (gitar), serta Vico Wibowo (keyboard, synthesizer).

Belum genap setahun, Harra sudah banyak tampil di berbagai festival musik. Paling baru adalah di panggung TP Jazz Festival 2019. Ini membuktikan mereka bisa membuat pendengar tertarik dengan genre musiknya.

Gitaris Harra, Reiner menerangkan proses terbentuknya Harra. Sama-sama menyukai musik, Reiner dan Tejo yang sudah berteman sejak SMP kembali bertemu di awal tahun 2019.

Setelah lama terpisah karena kesibukan, keduanya merasa masih memiliki ketertarikan yang mendalam akan musik.

“Mulanya kami berdua ingin bikin musik yang idealis, tapi pada perjalanannya, proses kreatif kami berkembang. Kami ingin mencoba sesuatu yang baru, yaitu memainkan musik pop yang bisa masuk ke berbagai kalangan. Kami ingin memainkan lagu yang enak didengar dan bisa dinikmati kapanpun,” kata Rainer di Pawon Pitoe, Jalan Bungur, Senin (24/2/2020).

Sadar tak memiliki vokal yang bagus, Rainer dan Tejo akhirnya mencari vokalis. Bertemulah mereka dengan Asilah yang merupakan junior Rainer di kampus.

Setelah itu, mereka berkenalan dengan Mondi yang akhirnya dipinang juga agar menjadi vokalis. Untuk menguatkan musik city pop, Rainer mengajak Vico untuk bergabung.

Genre City Pop Hits di Era 70-80an

Rainer mengungkapkan city pop adalah salah satu genre musik yang hits di era 70-80an. Tak lekang oleh waktu, city pop berhasil membuat kelima personel jatuh hati dan berhasil mengantarkan lagu-lagunya menjadi enak didengar.

Bukan itu saja, Rainer menyebut daya tarik dari musik city pop adalah aransemennya yang bunyi instrumen. Hal ini membuat awak Harra terpacu untuk menampilkan kemasan performa yang seru.

Sebagai referensi bermusik, personil Harra menyebutkan antara lain bisa dilihat dari Fariz RM, Utha Likumahuwa, dan Casiopea.

Hampir setahun terbentuk, Harra baru saja merilis single perdananya. Selama ini Harra kerap membawakan lagu-lagu populer milik grup musik lainnya. Mendapat sambutan positif, mereka percaya diri untuk membuat single sendiri.

Lagu dengan judul ‘Jelajahi Rasa’ ini digubah awak Harra dengan sentuhan trio produser Laleilmanino (Lale dan Ilman Maliq & D’essentials, Nino RAN). Lagu ini menggambarkan tentang kebimbangan seseorang dalam memastikan perasaannya.

“Masalahnya kan biasanya kalau dekat dengan orang lain pasti ada kebimbangan menjelajahi rasa. Kaya ini tuh rasa apa sih dan butuh waktu untuk memastikan,” ujarnya.

Vokalis Harra, Asilah menyebutkan, ide awal lagu Jelajahi Rasa datang dari Rainer yang menulis notasi. Setelah kerangka melodinya jadi, Asilah dan Tejo menulis liriknya. Setelahnya lagu ini disempurnakan Laleilmanino.

“Kami harus percaya diri dengan karya ini karena dibuat dengan jujur dan tulus dari pikiran kami. Saya percaya diri kalau berkarya dari hati yang mendengar juga akan merasakannya,” ujar Asilah.(sab/add)

Bagikan:
Left Menu Icon