Harga Pupuk Bersubsidi Naik, Petani di Kota Sukabumi Menjerit

KESATUCO. Sejumlah petani hortikultura di Kota Sukabumi menjerit akibat harga pupuk bersubsidi naik, sehingga para petani pun terpaksa menghentikan masa tanamnya.

Ini seperti yang diungkapkan Aisyah (57) yang tergabung di Kelompok Tani Kampung Cibungur, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Dengan tingginya harga pupuk, dirinya terpaksa harus menghentikan tanam padinya.

Padahal sebelumnya Aisyah sudah melakukan penggemburan lahannya. “Pas mau beli pupuk untuk benih padi yang akan ditanam, eh harga pupuk naik. Terpaksa saya hentikan dulu menanam padinya,” kata Aisyah, Jumat, (25/9/2020).

Baca Juga:  Pemerintah Panggil Dubes Prancis Soal Karikatur Nabi Muhammad, Tapi Belum Ada Respon

Dirinya menuturkan, pupuk yang naik itu jenis urea yang biasanya dibanderol sekitar Rp2.500 per kg, kini menjadi Rp7 ribu per kg. Begitu juga dengan jenis phonska yang tentu akan lebih tinggi dari harga pupuk urea.

”Sebelumnya harga pupuk urea itu per karung mencapai Rp90 ribu, dan phonska per karungnya Rp115 ribu. Tapi informasinya phonska itu menjadi Rp140 ribu per karungnya. Selain naik, pupuk juga sulit didapat saat ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Dikatai Kasar Ade Londok, Sosok Asli Ganis Hari Terkuak Saat Ditemui Dedi Mulyadi

Aisyah mengatakan, jika tetap dipaksakan tentu saja akan merugi, sebab tak sebanding dengan pendapatan. Apalagi saat ini, sambungnya, tenaga penggarap juga ikut naik.

”Jika dilanjutkan jelas rugi besar. Sebab setelah dihitung-hitung biaya produksi  akan lebih tinggi dibanding dengan hasilnya nanti,” ucapnya.

Aisyah juga mengaku bingung kenapa harga pupuk bisa naik, sementara harga jual gabah tetap. Jika situasi ini berlanjut, tentu saja akan berdampak juga terhadap perkonomian petani di wilayahnya.

Baca Juga:  Ada Pegawai Positif, Dua Ruangan di Balai Kota Tasikmalaya Ditutup

”Harga gabah basah yang saya jual itu masih di angka Rp400 ribu per satu kwintal, dengan lahan yang saya miliki 2.500 are. Di sisi lain harga pupuk naik, tapi harga gabah tetap. Saya pusing pak,” ujarnya.

Aisyah berharap pemerintah bisa memberikan solusinya, atas kenaikan pupuk tersebut. Ditambah pupuk subsidi juga susah didapat.

”Saya minta pemerintah mencarikan solusinya, jangan sampai petani  berhenti menanam padi,” katanya. (her/ded)

Bagikan: