Hadiah Dua Iphone 11 Bagi yang Informasikan Keberadaan Dua Buron KPK

KESATUCO. Ponsel iPhone 11 akan dihadiahkan bagi setiap orang yang berhasil menemukan Harun Masiku, buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

sayembara juga berlaku untuk setiap orang yang menemukan Nurhadi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung. Sayembara itu digelar oleh Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Dilansir dari Tribunnews.com, Boyamin Saiman mengatakan hal ini dilakukannya sebagai sindiran atas kinerja KPK yang lemah dan lambat dalam mencari kedua orang tersebut.

Belum tertangkapnya Harun Masiku karena menurutnya, KPK sudah kehilangan kekuatannya dan mengibaratkan KPK seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

“MAKI akan memberikan hadiah HP iPhone 11 bagi siapapun yang mampu memberiman informasi keberadaan Harun Masiku atau Nurhadi. Sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk menangkap Harun Masiku atau Nurhadi oleh KPK,” kata Boyamin.

Boyamin mengatakan, sayembara ini berlaku selamanya dan dapat diikuti oleh setiap lapisan masyarakat, termasuk aparat penegak hukum atau wartawan.

Adapun informasi keberadaan Harun dan Nurhadi itu dapat dilaporkan langsung kepada KPK, kepolisian setempat, atau ke MAKI dengan menghubungi nomor 081218637589.

“Hadiah terdiri dua iPhone 11 berlaku bagi masing-masing informasi hingga menjadikan tertangkap Harun Masiku atau Nurhadi,” ujar Boyamin.

Boyamin menambahkan, sayembara serupa pernah digelar MAKI pada November 2017 lalu untuk mencari tahu keberadaan Ketua DPR Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus e-KTP.

“Berhubung informannya tidak bersedia menerima hadiah maka uang Rp 10 juta telah diserahkan kepada Yayasan Yatim Piatu,” kata Boyamin.

Seperti diketahui, Nurhadi dan Harun kini menjadi buronan KPK. Nurhadi merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Sedangkan, Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024. Saat ini, ia jadi buron KPK. (tribunnews)

Bagikan:
Left Menu Icon