Gus Ahad Dukung Pembentukan Cikampek Menjadi Daerah Otonomi Baru

KESATUCO. Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Ir H Abdul Hadi Wijaya menyampaikan dukungannya atas pembentukan Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Hal tersebut diutarakan Gus Ahad, panggilan akrab Abdul Hadi Wijaya saat menghadiri Konsolidasi Perjuangan Pemekaran Daerah (Kopdar) Kota Cikampek yang diselenggarakan Komite Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (KPPDOB) Kota Cikampek pimpinan Jajat Munajat.

“Kopdar ini luar biasa, di mana dukungan pembentukan Daerah Otonomi Baru untuk Kota Cikampek datang dari berbagai lapisan masyarakat. Yakni, mulai dari tingkat desa, kemudian kami juga di provinsi mendukung, serta hadir Ibu Eni Sumarni dari DPD RI,” kata Legislator dari Dapil Karawang-Purwakarta ini di lokasi, Rabu (8/7/2020).

Gus Ahad menyebutkan, semua pihak melihat berbagai hal positif ketika ada rencana atau pengusulan untuk menjadikan kota Cikampek sebagai DOB.

Baca Juga:  Bimbingan Psikologis Diperlukan Dalam Mendidik Anak

“Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, kami mendalami angka-angka serta bagaimana proses penganggaran, termasuk besaran-besarannya. Nah, ketika dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Jawa, kesimpulannya bahwa Jawa Barat ini terbilang sangat rugi ketika hanya memiliki 27 kota/kabupaten,” ujarnya.

Apalagi, sambungnya, jika dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang penduduknya lebih sedikit tapi pengelolaannya lebih banyak. Sehingga bermuara pada perhatian lebih yang diterima setiap penduduknya.

“Ini yang harus dijadikan salah satu prinsip, bahwa dukungan Provinsi Jawa Barat terhadap DOB ini adalah agar anggaran bisa tersedia lebih besar per warga Jawa Barat,” ucap politisi PKS ini.

Kemudahan Layanan dan Akses

Kemudian, kata Gus Ahad, DOB juga bermakna kemudahan layanan dan akses bagi warga terhadap pelayanan pemerintah.

“Seorang warga Jatisari untuk mengurus administrasi kependudukan harus pergi ke pusat pemerintah Kabupaten Karawang. Dia harus menempuh perjalanan minimal 40 menit sampai 1 jam tergantung suasana kemacetan. Ini pasti melelahkan dan tidak efektif,” kata Gus Ahad.

Baca Juga:  Viral! Pohon Pisang di Depok Ini Berbuah Lebih dari Satu Tandan

Namun, sambung dia, ketika DOB terealisasi dengan luas wilayah yang lebih kecil, maka warga di wilayah Timur Karawang ini hanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit sudah sampai ke pusat pemerintahan. “Ini menguntungkan dan mengefisiensikan banyak kerja,” ujarnya.

Pria yang dikenal tegas tapi murah senyum ini menambahkan, dengan DOB maka kontribusi warga kepada pemerintahannya jadi lebih dekat dan mudah.

Karawang, kata Gus Ahad, dengan penduduk yang cukup besar ini, maka setiap APBD itu harus dikelola atau difokuskan untuk membangun sekitar 2 juta warganya.

“Kalau ada pemekaran, maka di Kota Cikampek ada sekitar 700.000 warga dan sisanya 1,3 juta warga ada di kabupaten induknya. Ini akan lebih memudahkan, menyederhanakan banyak akses, dan banyak kemudahan bagi kedua daerah itu,” kata Gus Ahad.

Baca Juga:  Status Kota Depok Kembali Membaik, Walkot: Alhamdulillah

Dirinya paham benar jika diskusi terkait DOB selalu disertai keengganan atau semacam trauma, ketakutan, kekhawatiran dari pihak kabupaten induk bahwa nanti PAD-nya menurun.

“Padahal PAD itu menurun dengan luas wilayah yang digarap juga menurun. Ini juga perlu dijadikan bahan pemikiran, disamakan pemikiran antara para pemangku kepentingan di Karawang. Dan inilah yang harus diperjuangkan oleh semua pihak yang menyetujui atau menggagas DOB Kota Cikampek,” ucapnya.

Dirinya pun bersyukur dalam Kopdar tersebut dapat bersilaturahmi dan berkomunikasi, serta menyampaikan komitmen dengan berbagai pihak. “Ke depannya Pemprov Jawa Barat dengan dukungan DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung rencana pendirian DOB di Kota Cikampek,” ujar Gus Ahad. (red)

Bagikan:
Left Menu Icon