Golkar: Ibas Seperti Kurang Wawasan

KESATU. Pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) membandingkan ekonomi era pemerintahan SBY dengan era Jokowi saat ini dinilai tidak tepat. Ibas menyebut ekonomi ketika bapaknya presiden meroket.

“Sangatlah tidak tepat membandingkan perkembangan ekonomi di era saat pandemi COVID-19 dengan kondisi normal di era Presiden SBY. Terkesan seperti kurang wawasan,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di Jakarta, Jumat 7 Agustus 2020.

Baca Juga:  Fahmi Ajak Media Angkat Potensi Wilayah

Ace mengingatkan Ibas soal kontraksi ekonomi yang terjadi saat ini. Dia mengatakan kontraksi ekonomi saat ini tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga negara-negara lain yang menerapkan pembatasan sosial.

“Lihat data-data pertumbuhan ekonomi negara-negara lain pada kuartal kedua. Misalnya, Singapura mengalami -12,6%, Jerman 10,1%, Amerika Serikat 32,9%, dan negara-negara lainnya yang telah mengalami resesi,” tantang Ace.

Presiden Jokowi sebut Ace, telah berusaha untuk terus mengambil kebijakan sangat serius. Presiden Jokowi sejak awal menyeimbangkan antara rem dan gas dalam menjaga stabilitas ekonomi, menyeimbangkan antara penanganan kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi.

Baca Juga:  Anggaran Insentif untuk Tenaga Kesehatan sudah Disalurkan

Salah satu strategi yang ditempuh Jokowi, kata Ace, adalah dengan terus mendorong belanja pemerintah.

“Ini dilakukan mengingat dalam kondisi krisis, pertumbuhan ekonomi perlu ditopang belanja pemerintah. Pada Q2 ini konsumsi pemerintah tumbuh 22% qtq (quarter to quarter),” kata Ace.

Diketahui, Ibas menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Ibas menyebut ekonomi era Presiden SBY meroket.

Baca Juga:  Harga Pupuk Bersubsidi Naik, Petani di Kota Sukabumi Menjerit

“Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan, dan keyakinan dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain, termasuk tentang presentasi tingkat kemiskinan dan pengangguran,” ucap Ibas di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 6 Agustus 2020.(sak)

Bagikan: