Geger Asteroid Bakal Hantam Bumi Akhir Desember, Benarkah?

KESATUCO. Media asal Inggris, Express, menyebutkan bahwa ada ancaman besar asteroid yang berpotensi menghantam Bumi akhir Desember ini.

‘Asteroid terror: NASA spot mammoth space rock to hit Earth’s orbit five days before X-mas’, begitu judulnya, bahwa NASA memantau asteroid raksasa, yang bakal menubruk planet ini 5 hari sebelum Natal.

Disebutkan bahwa asteroid raksasa itu bisa saja sangat merusak dan membawa manusia pada kepunahan. Tak heran jika kemudian warganet cukup banyak yang cemas mendengar kabar tersebut.

Terlebih kemudian, ada beberapa website lain yang turut pula mengabarkannya. Ketika dipantau lebih lanjut, informasi itu dipastikan tidak akurat.

Pihak NASA tidak pernah melakukan pengumuman tersebut dan meskipun benar ada asteroid besar mendekati Bumi pada akhir Desember, nyaris tidak ada peluang terjadi tabrakan.

Tidak salah bahwa asteroid bernama 216258 2006 WH1 akan melintasi dekat Bumi. Akan tetapi bukan berarti batu angkasa tersebut kemungkinan besar akan berujung pada tabrakan yang menghancurkan.

Seperti dikutip dari Snopes, Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) milik NASA saat ini memiliki data bahwa 26 obyek dekat Bumi akan melintas planet ini pada 60 hari mendatang.

216258 2006 WH1 adalah salah satunya yang diperkirakan lewat menjelang Natal, namun pada saat itu pun jaraknya masih sekitar 3,6 juta mil. Artinya, ia takkan merusak Bumi.

“Tidak ada yang tidak biasa ataupun berbahaya mengenai asteroid ini. Ia hanya mendekat pada Bumi,” kata Dr Paul W Chodas selaku direktur CNEOS.

“Astronom sudah mengobservasi posisi asteroid ini selama 13 tahun, kami tahu orbitnya dengan sangat akurat, kami bisa memprediksi ia mendekat sampai 200 tahun ke depan, dan kami tahu dengan pasti ia tidak bisa menabrak planet kita,” ujarnya.

Lindley Johnson selaku Planetary Defense Officer NASA juga menyebut tak ada yang perlu dikhawatirkan lantaran asteroid itu tak berbahaya bagi Bumi.

“Jalur dari asteroid ini dipantau dengan baik oleh NASA sejak penemuannya dan tidak mengandung bahaya menerjang Bumi,” ucap dia.(add)

Bagikan:
Left Menu Icon