Gatot Tjahyono Kader PDIP Jabar Meninggal Dunia, Terinfeksi Covid 19

KESATUCO. Gatot Tjahyono Wakil Ketua DPD PDIP Perjuangan meninggal dunia etelah mendapat perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Bandung sejak dua minggu terakhir.

Informasi beredar bahwa dia meninggal pukul 20.08. Namun belakangan, pukul 21.00, beredar lagi kabar bahwa Gatot masih hidup ‎karena detak jantungnya kembali berdenyut.

Informasi tersebut dibenarkan Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono. Ia menyebut Gatot masih hidup dan saat ini masih di RS Hasan Sadikin Bandung.

“Betul tadi sempat berdenyut kembali tapi keluarga sudah mengkonfirmasi, pak Gatot meninggal dunia,‎” ujar Ono via ponselnya, Jumat (27/3/2020).

Melalui keterangan resmi dari keluarga, membenarkan bahwa mantan Anggota DPRD Jabar 2014-2019 itu meninggal dunia. ‎

Baca Juga:  Penyemprotan Disinfektan di Simpul Keramaian Kabupaten Purwakarta

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke hadirat Allah SWT, Ayahanda kami tercinta, Ir. H Gatot Tjahyono , MM pada hari ini, Jumat 27 Maret 2020, pada pukul 22.20 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena sakit yang di hadapi nya,” kata Adyesa Kevindra Albari, mewakili Keluarga Gatot Tjahyono. ‎

Ia mengatakan, Gatot sempat dirawat di RS Boromeus dengan gejala DBD atau tipus pada Senin 16 Maret 2020. Saat itu, kata dia, kondisinya membaik meski demamnya tidak turun-turun. ‎

Covid 19

“Akhirnyaa kami melakukan CT Scan dan mendapatkan diagnosa bahwa kemungkinan ayah kami mendapatkan wabah COVID-19. Setelah kami berdiskusi oleh banyak pihak, malam itu juga Kami pindahkan ke RSHS Bandung,” katanya.

Baca Juga:  Jabat Ketua NasDem Musi Rawas, Ini Target Riza di 2024

Menurut keluarga, di masa itu, almarhumah memang punya semangat pejuang yang luar biasa. Gatot bahkan mengalami berhenti detak jantung sebanyak dua kali.

“Dan dua kali pula kami mendapatkan berita ayah kami telah berpulang ke rahmatullah. Tetapi di hari ini, tanggal 27 Maret 2020, perjuangan pun harus menemui waktu terakhirnya, ayah kami pun terpaksa menyerah dengan segala penyakit yang ada. Kami semua, keluarga, dukungan para dokter, teman dan sahabat telah berusaha dan berikhtiar untuk melakukan berbagai macam pengobatan untuk kesembuhan beliau. Akan tetapi Allah menghendaki lain,” ucapnya.

Sejauh ini, pihak keluarga pun telah melakukan tes covid-19. Selain itu, pihak keluarga juga telah melakukan isolasi secara mandiri.

Baca Juga:  Pemkab dan DPRD Purwakarta Sepakati Raperda Retribusi PBG

“Kami juga sudah melakukan tes Covid-19 melalui Dinas Kesehatan Jabar dan hasilnya di dalam keluarga kami ada yang positif ada yang negatif. Berdasarkan anjuran dokter spesialis, kami  isolasi mandiri dan sekarang ada yang telah melewati masa inkubasi 2 minggu ada yang 1 minggu lebih. Alhamdulillah kami sekeluarga tidak mendapatkan gejala gejala yang berarti,” ucapnya.

“Atas nama keluarga besar almarhumah, saya memohonkan doa dari jauh, semoga segala dosa-dosa almarhumah diampuni serta amal ibadah nyaa diterima oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin,” ujar dia.

Bagikan: