Gara Gara Limbah Kayu, DPRD Apresiasi Warga Dawagung

KESATUCO. DPRD Jabar apresiasi masyarakat Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Masyarakat di desa tersebut berhasil membudidayakan jamur dari limbah serbuk gergaji.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat di Desa Dawagung yang tergabung dalam kelompok tani Mekar Jaya,” ujar Anggota Komis II DPRD Jabar Yuningsih, belum lama ini.

Menurutnya, hasil pengolahan limbah kayu itu, menghasilkan berbagai jenis jamur. Mulai dari jamur kuping, tiram, coklat, payung, dan lainnya.

Baca Juga:  Perjuangan CDPOB Harus Menjadi Komitmen Bersama

“Jamur kayu ini merupakan sumber pangan sehat yang bernilai ekonomis. Sehingga, bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui produksi hasil hutan bukan kayu ini sudah sangat baik. Bahkan bisa dijadikan percontohan bagi kelompok tani lainnya.

Baca Juga:  DPRD : Bogor Timur Sudah Siap Jadi Calon Daerah Otonomi Baru

“Ini sangat menarik dan budidayanya sudah sangat maksimal. Sehigga bisa dijadikan pilot project bagi kelompok tani lainnya,” ungkapnya.

Plt. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Tasikmalaya Asep Wawan Setiawan mengatakan, terdapat berbagai hasil hutan bukan kayu di wilayahnya. Salah satu yang paling berhasil ialah pembudidayaan jamur kayu.

Baca Juga:  Wali Kota Sukabumi Kumpulkan Tenaga Pendidik, Ada Apa Ya?

“Hasil produksi pembubidayaan jamur kayu mencapai 19.750,26 kilogram pada 2020 lalu,” bebernya.

Bahkan di tengah pandemi covid 19, kelompok tani ini mampu mempertahankan kegiatan usahanya. Hal itu dilakukan dengan berbagai peningkatan.

“Kita dorong peningkatan dari segi produksi maupun pemasaran yang dapat meningkatkan pendapatan, khususnya kelompok budidaya jamur kayu,” pungkasnya.

Bagikan: