Emil: Pariwisata sebagai Bisnis Kebahagiaan

KESATUCO. Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi masa depan. Sejumlah upaya dan program pun digagas guna mewujudkannya.

“Kami serius untuk membuktikan Jawa Barat ini harus menjadi destinasi pariwisata yang semakin baik dan keren,” kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XIII Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020).

Untuk menjadikan Jawa Barat juara pariwisata, sambungnya, yang pertama yang harus dipahami adalah definisinya. “Akhirnya saya menemukan definisi versi saya,” ujar gubernur yang akrab disapa Emil ini.

Menurut Emil, pariwisata adalah bisnis kebahagiaan. Industri ini diciptakan untuk menarik orang berkunjung. Apalagi, Jabar memiliki panorama dan kondisi alam yang indah.

Baca Juga:  Dorong UMKM Jadi Kunci Kembalikan Gairah Ekonomi Imbas Pandemi

“Pariwisata itu definisinya adalah bisnis kebahagiaan. Orang mau bahagia dia mau keluar duit. Bahagia dengan shopping maka ada pariwisata shopping. Bahagianya melihat festival maka dia mau jauh-jauh datang menonton festival (misalnya) ke Rio (Brazil), ke Jember, Bandung, dan lainnya,” ucapnya.

Apabila bahagianya spiritualitasnya, kata Emil, maka wisatanya umrah, wisata kunjungan. Lalu, bahagianya event musik, maka datang ke konser-konser musik.

Adapun jenis kebahagiaan yang membuat orang mau datang ke Jawa Barat, sambungnya, bisa disesuaikan dengan kondisi alam dan budaya di setiap daerah.

“Jawa Barat mau memilih bisnis kebahagiaan seperti apa? Ya kita mencari ridho Allah SWT, maka kita pilih bisnis-bisnis kebahagiaan atau pariwisata yang sesuai adat, budaya, syariat agama, supaya kita berkah,” katanya.

Dalam 12 bulan terkahir, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memajukan dunia pariwisata Jabar. Salah satunya mendorong setiap kabupaten/kota untuk memiliki destinasi wisata unggulan.

Baca Juga:  Ketua PDK Kosgoro 1957 Jabar: Terobosan dan Inovasi Mampu Meningkatkan Kesejahteraan

“Kami melakukan banyak hal, di antaranya adalah satu destinasi wisata di setiap kabupaten/kota akan kami perbaiki. Seperti wajah baru pantai di Pangandaran,” ucapnya.

Jadi Lokomotif Ekonomi Jawa Barat

Kemudian, kata dia, dengan maksimalkan jalur kereta api, yang tinggal satu ‘ronde’ lagi dari Banjar ke Pangandaran. “Jakarta ke Banjarnya sudah, Banjar-Pangandarannya sedang berproses. Jadi, pariwisata adalah lokomotif ekonomi Jawa Barat. Ini kami buktikan dengan keberpihakan anggaran dan program-program,” ucapnya.

Emil menyebut hingga akhir 2019 jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Jabar sekira 66 juta wisatawan.

“Dan tahun lalu kami dianugerahi oleh konsumen sebagai destinasi wisatawan halal terfavorit di seluruh Indonesia mengalahkan provinsi-provinsi lain,” katanya.

Baca Juga:  Ketua PDK Kosgoro 1957 Jabar: Terobosan dan Inovasi Mampu Meningkatkan Kesejahteraan

Sejalan dengan misi Pemda Provinsi Jawa Barat, Musda XIII BPD PHRI Jabar kali ini mengangkat tema ‘PHRI Jawa Barat Turut Menyukseskan Program Pariwisata sebagai Lokomotif Ekonomi Jawa Barat’. Agenda utama musda yakni memilih ketua dan kepengurusan baru BPD PHRI Jabar periode 2020-2025.

Ketua BPD PHRI Jabar Herman Muchtar mengatakan, Jawa Barat memiliki potensi yang luar biasa. Namun, kata dia, potensi tersebut akan memberikan dampak positif apabila dikelola dengan baik.

“Persoalan yang kita hadapi adalah bagaimana kita mengolahnya untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagaimana yang diinginkan oleh Gubernur (Jabar), untuk menjadikan pariwisata sebagai lokomotif ekonomi Jawa Barat dan Jawa Barat menjadi provinsi pariwisata,” ujarnya.(add)

Bagikan:
Left Menu Icon