Dulu Sebut Indonesia Penjajah, Kini Mantan Presiden Timor Leste Ini Minta Bantuan RI

KESATUCO. Pemerintah Timor Leste melalui Menteri Perencanaan dan Investasi Timur Leste Xanana Gusmao meminta Indonesia membantu negaranya dalam mengatasi virus Corona.

Diketahui, sejumlah warga Timor Leste berada di Wuhan, China. Mereka hingga saat ini belum bisa kembali ke tanah air mereka.

Indonesia diharapkan bisa memfasilitasi karantina terkait warga Timor Leste yang akan kembali dari China. Permintaan bantuan tersebut dilakukan lantaran Timor Leste tidak memiliki fasilitas layaknya pemerintah Indonesia.

“Ya, karena harus mengerti bahwa kita nggak punya fasilitas, nggak punya apa-apa. Oleh karena itu, kita minta kalau bisa, seperti negara-negara lain,” kata Xanana setelah bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud Md di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Oleh karena itu, ini sesuatu yang global, bukan Timor Leste dan Indonesia dan saya percaya bahwa karena Indonesia punya kemampuan yang lebih besar dari pada kami, akan membantu kami untuk mengatasi situasi ini,” sambung mantan Presiden Timor Leste pertama tersebut.

Seperti diketahui, Xanana merupakan pimpinan gerilyawan pembebasan Timor Leste yang saat itu bernama Timor-Timur dari Indonesia.

Pada tanggal 30 Agustus 1999, dalam sebuah referendum yang disponsori PBB, mayoritas rakyat Timor Timur memilih untuk lepas merdeka dari Indonesia.

Pada tanggal 20 September 1999, Angkatan Udara Internasional untuk Timor Timur (INTERFET) dikirim ke Timor Timur untuk mengakhiri kekerasan yang masih di wilayah itu. Setelah masa transisi yang diorganisasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara dan secara resmi merdeka dari Indonesia pada tanggal 20 Mei 2002. (din)

Bagikan:
Left Menu Icon