Dukun Palsu di Purwakarta Dibekuk Polisi, Begini Modusnya

KESATUCO. Seorang pelaku dugaan tindak pidana penipuan yang juga mengaku sebagai dukun berinisial IK (33) asal Kabupaten Bandung Barat diamankan Polsek Darangdan Polres Purwakarta. 

Kapolsek Darangdan AKP Subagyo mengatakan, penipuan terjadi terhadap korban sekaligus pelapor AS (58), warga Kampung Gunung Hejo, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Peristiwanya ini terjadi pada Jumat 29 Mei 2020 lalu. Saat itu, korban tiba-tiba didatangi pelaku bersama tiga temannya. Kemudian pelaku berinisial IK ini pergi ke belakang warung. Di situ terdapat sebuah kolam ikan.

Baca Juga:  Pengakuan Ibu di Bandung Jalani Uji Coba Vaksin Covid 19

Setelah berdiam di kolam tersebut pelaku menghampiri pohon besar yang ada di sekitar lokasi. Lalu pelaku memberitahukan bahwa di pohon besar tersebut terdapat benda pusaka.

“Pelaku meminjam golok milik korban lalu golok tersebut dipergunakan untuk menebang pohon,” kata Kapolsek Darangdan, Selasa (7/7/2020).

Setelah itu, lanjut Kapolsek pelaku mengambil sarung kemudian mengkibar-kibarkan. Tiba-tiba dua buah guci kuningan kecil keluar dari sarung tersebut. Lalu pelaku menghampiri pohon karet dan mengambil dua guci kuningan kecil itu.

Baca Juga:  Jaenudin Dorong Pemerintah Berinovasi

“Korban sempat percaya terhadap aksi pelaku,” ujar dia.

Berselang satu pekan, pelaku datang kembali dengan membawa barang yang dibungkus sarung di dalam ember dengan syarat tidak boleh di buka sebelum waktunya.

Lalu pelaku meminta uang sebesar Rp10 juta namun korban menolaknya karena tidak memiliki uang sebesar itu.

“Pelaku memberikan solusi jika bisa dibayar Rp8 juta saja, dan korban pun memberikan uang Rp2.300.000. Adapun kekurangannya bisa dibayar nanti,” ujar Kapolsek.

Baca Juga:  Implementasi RPJMD Dalam Pembangunan Purwakarta

Setelah itu, pada 5 Juli 2020, korban kemudian membuka ember yang telah diserahkan pelaku sebelumnya. Namun korban kaget karena yang ada di dalam ember tersebut satu batu asahan dan sebuah botol deodorant yang dibungkus sarung. AS pun menyadari telah menjadi korban penipuan dukun palsu.

“Korban merasa ditipu kemudian melaporkan kejadian ini kepada kami. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian Rp2.300.000,” kata Kapolsek. (Rhu/Ded)

Bagikan:
Left Menu Icon