Duel Gila yang Akan Dikenang, Kata Para Pelatih - Kesatu.co

Duel Gila yang Akan Dikenang, Kata Para Pelatih

KESATUCO – Liverpool sukses melaju ke perempatfinal Piala Liga Inggris atau Carabao Cup 2019 setelah memenangai duel dramatis atas Arsenal  dengan memenangi adu penalti, Kamis (31/10/2019) dinihari WIB. Sempat Unggul satu kali lewat gol bunuh diri Shkdran Mustafi, Liverpool terus ketinggalan di sepanjang laga.

Setelah kedudukan disamakan 1-1 oleh Lucas Torreira, The Gunners kemudian unggul 3-1 melalui dua gol Gabriel Martinelli di menit 26 dan 36. Di penghujung babak pertama The Reds sempat mengecilkan ketinggalan menjadi 2-3 melalui penalti James Milner.

Pada interval kedua skuat Gudang Peluru menambah keuunggulan menjadi 4-2 melalui aksi Ainsley Maitland-Niles. Namun Tuan rumah Liverpool berhasil menyamakan skor menjadi 4-4 melalui Alex Oxlade-Chamberlain dan Divoc Origi.

Joseph Willock kembali membawa Arsenal unggul 5-4, sebelum akhirnya Divoc Origi menjadi pahlawan Liverpool lewat golnya di penghujung laga untuk menyamakan skor menjadi sama kuat 5-5.

Pada duel adu tos-tosan itu semua penendang Liverpool sukses menjalankan tugasnya. Sementara satu penedang Arsenal yakni Daniel Ceballos eksekusinya bisa diantispasi kiper Caoimhin Kelleher.

Dengan hasil ini Liverpool berhak melaju ke babak perempatfinal piala Liga Inggris.

Jurgen Klopp Apresiasi Penampilan Kiper Muda Liverpool Caoimhin Kelleher yang Sukses Gagalkan Satu Penalti Arsenal. Foto: BBC/Getty Images

Menurut Pelatih Liverpool Jurgen Klopp, permainan yang berkesudahan dengan skor 5-5 di waktu normal itu akan dikenang oleh para pecinta The reds, dilansir dari BBC yang menguktip Sky Sport usai pertandingan. Di sisi lain eks pelatih Dortmund ini mengakui jika permainan anak asuhnya banyak melakukan kesalahan meski menguasai pertandingan.

“Kami melakukan beberapa kesalahan, kami memainkan beberapa operan (dia atas) rata-rata. Namun kami terlalu terbuka pada saat itu. Sehingga saya berharap kepada anak-anak untuk melakukan permainan spartan agar mereka memiliki permainan untuk selalu diingat,” ujarnya.

Klopp menambahkan jika beberapa strateginya tidak berjalan sesuai rencana. Imbasnya mereka harus kebobilan banyak gol.

“Ini seperti mimpi untuk bermain untuk pertama kalinya di Anfield. Tetapi segalanya mungkin tidak berjalan dengan benar. Semua gol kami yang kami cetak sangat bagus. Jika Anda tidak menang, tidak ada yang mengingatnya dalam tiga tahun. Namun, jika berhasil, semua anak laki-laki akan mengingatnya selamanya,” tegasnya.

Duel Gila Liverpool vs Arsenal

Di kubu seberang pelatih Arsenal, Unai Emrey menyebut permainan tersebut sangat luar biasa. Meski mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah lewat duel adu penalti.

“Itu pertandingan yang gila. Saya sangat bangga dengan [pekerjaan para pemain], kami memiliki ritme tinggi dalam 45 menit pertama. Pada akhirnya kami menang hingga aksi terakhir. Pada duel adu penalti peluangnya 50-50 dan kami kalah,” tuturnya.

Emery juga menyebut jika dalam 90 menit permainan menjadi pertandingan yang sangat spektakuler, walau pada akhirnya Arsenal bersedih atas kekalahan atas Liverpool.

“Kami sedih dengan kekalahan ini. Kami layak memiliki lebih banyak. Ada banyak hal positif yang bisa diambil. Bertahan, kedua tim tidak biasa memaikannya. Tetapi bagi para pendukung itu adalah 90 menit yang luar biasa. Hasilnya memang selalu berubah. Itu sangat spektakuler,” pungkas Emery.

Sumber: BBC

Bagikan:
Left Menu Icon