Dua Orang Tewas Tersambar Petir Usai Shalat Sunnah dan Tausiah di Kolam Jaring Apung Jatiluhur

KESATUCO. Dua orang ditemukan tewas di kolam jaring apung (KJA) di Bendungan Ir H Juanda atau Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Jumat (27/12) sore.

Kasat Pol Air Polres Purwakarta, AKP Febriyanto menerangkan, sebelum kejadian, ada enam orang hendak menuju Mesjid Al Ikhlas di Kampung Servis Desa Jatimekar Kecamatan Jatiluhur.

Ke enam orang ini merupakan kelompok pengajian yang kerap berkunjung ke mesjid-mesjid.

Pimpinan mereka yakni Suryanto. Dia berangkat ke musala Ar-Rohmat di Zona II KJA Waduk Jatiluhur atas undangan pemilik kolam musala bernama Enjang.

Kata dia, ke enam jamaah ini di Masjid Al Ikhlas dijemput Enjang dan menumpang perahu menuju musala Ar-Rohmat yang lokasinya di KJA, di tengah danau.

“Saat tiba, mereka salat sunah dan berdoa dilanjut tausiah. Saat itu, cuaca mendung dan hujan deras disertai petir hingga menyambar tepat di atas musala Ar Rohmat,” kata AKP Febrianto via ponselnya, Jumat (27/12).

Mereka kemudian terpental. Salah satu dari mereka, Nuriman terbangun dengan posisi lemas dan linglung akibat terkena sambaran petir.

“Tak lama pemilik kolam tersadar bersama dengan Nuriman cek kondisi yang lain. Tetapi jamaah bernama Sutejo dan Surianto tak sadarkan diri, sedangkan Hamzah merintih kesakitan dan alami luka bakar di tangannya,” jelasnya.

Sementara itu, Surianto korban tewas mengalami luka bakar di bagian dada. Sedangkan Sutejo luka bakar di bagian kepala. Saat ini, korban korban yang luka dibawa ke RSUD Bayu Asih sekira jam 15.30.

Berikut nama-nama jamaah :

1. SURIANTO ( MD )

2. SUTEJO ( MD )

3. HAMZAH ( LR)

4. NURIMAN

5. AHMAD

6. USTADZ WIONO

7. ENJANG ( pemilik kolam)

Bagikan:
Left Menu Icon