DPRD Nilai Seni Budaya Minim Perhatian Pemprov Jabar

KESATUCO. Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Muhammad Jaenudin menilai, perhatian Pemprov Jabar terhadap seni dan budaya, masih jauh dari harapan. Hal itu terlihat dari minimnya sarana dan prasarana seni dan budaya.

“Dari sisi anggaran saja, alokasinya kecil sekali. Bahkan nyaris tidak terlihat, ujarnya, belum lama ini.

Bahkan, Pemprov Jabar pun dinilai tidak serius merawat dan membuat perencanaan bagi keberlangsungan para pelaku seni dan budaya. Hal ini nampak dari sejumlah fasilitas yang terbengkalai.

“Contoh gedung kesenian di Sumedang yang roboh. Ditambah lagi dengan mangkraknya gedung kebudayaan di Subang. Padahal, gedung tersebut menelan anggaran cukup besar. Ini salah satu contoh perencanaan yang asal-asalan,” ucapnya.

Dirinya menilai, yang dilakukan pemerintahan saat ini belum maksimal. Sebab, fakta di lapangan masih banyak kebutuhan fasltas kesenian dan kebudayaan yang tidak terpenuhi.

Seni dan budaya merupakan aset berharga bagi Pemprov Jabar yang harus dirawat dan difasilitasi kebutuhannya. Jangan sampai, para seniman dan budayawan tidak memiliki fasilitas untuk mengekspresikan dirinya,” ungkapnya

Menurutnya, kesenian dan kebudayaan akan membawa keuntungan bagi pemerintah. Apabila, dalama tataran kebijakan dan perencanaannya benar benar serius.

“Salah satunya mendatangkan wisatawan ke Jawa Barat. Baik lokal, regional, maupun mancanegara,” bebernya.

Menurutnya, Pemerintah Jawa Barat bisa berkaca ke daerah lain. Khusunya yang mampu mengelola pariwisata dengan memadukan kearifan lokal.

“kita harus berkaca ke daerah daerah lain yang memadukan pariwisata dengan seni budaya dan menjadi daya tarik tersendiri,” pungkasnya.

Bagikan: