Dirut Aku Mobil Gunakan Dana Konsumen untuk Beli Kendaraan Mewah - Kesatu.co

Dirut Aku Mobil Gunakan Dana Konsumen untuk Beli Kendaraan Mewah

KESATUCO. Penyidikan Satreskrim Polrestabes Bandung pada Bryan (31) direktur PT Aku Digital, perusahaan yang menaungi Aku Mobil di Kota Bandung mengungkap fakta baru. Bryan menggunakan dana konsumen pembeli mobil untuk kepentingan pribadi. Diantaranya membeli kendaraan mewah dan mobil besar.

“Tersangka Br sudah kami tetapkan tersangka dan ditahan. Kami juga menyita tujuh kendaraan roda empat dan empat kendaraan roda dua. Lalu ada furniture hingga towing. Kendaraan-kendaraan itu dibeli menggunakan dana konsumen,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai di Jalan Jawa Kota Bandung, Kamis (7/11).

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Empat Tersangka Baru Kasus Pencucian Uang Aku Mobil

Kasus ini bermula saat ribuan orang membeli sejumlah mobil baru dengan harga murah. Rata-rata mereka membeli mobil di pasaran seharga Rp 150 juta namun mereka membelinya dengan Rp 50 juta-an per unit.

Mereka dijanjikan mobil akan diserahkan satu bulan setelah pembayaran. Namun hingga kini, mobil yang dijanjikan tak kunjungg diterima.

“Jumlah korban yang terdata hingga saat ini sebanyak 1.342 orang yang sudah membayarkan uang. Lalu 408 orang yang sudah membayar untuk kendaraan roda dua. Kerugian yang dialami korban mencapai RP 100 miliar,” ujar Rifai.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Empat Tersangka Baru Kasus Pencucian Uang Aku Mobil

Ia mengatakan, penyidik juga memeriksa rekening PT Aku Digital dan rekening milik Bryan. Kedua rekening itu digunakan untuk menerima uang transfer dari para pembeli.

“Dua rekening itu sudah kami mintakan pemblokiran terhadap bank yang bersangkutan. Kami juga sudah memeriksa rekening koran dari perusahaan tersebut. Memang ada transaksi yang mencurigakan dengan transaksi yang sangat besar,” ujar Rifai.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Empat Tersangka Baru Kasus Pencucian Uang Aku Mobil

Saat ini, Bryan dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUH Pidana. Karena ada pembelian kendaraan menggunakan dana pembeli sehingga merugikan konsumen, penyidik menjerat Bryan dengan pasal pencucian uang.

“Kami akan gelar perkara dan menjerat tersangka dengan pasal pencucian uang dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” ujar Rifai.

Bagikan:
Left Menu Icon