Dipenuhi Eceng Gondok, Ikan di Waduk Jangari Cianjur Kurang Oksigen

KESATUCO. Kawasan peraian Waduk Jangari, Mande Kabupaten Cianjur dipenuhi tumbuhan eceng gondok. Tak hanya berdampak pada pertumbuhan ikan di kolam jaring apung, tapi juga menghambat alur perahu di perairan itu.

Wakil Ketua Kompepar Jangari, Hendrawan, mengatakan, tumbuhan eceng gondok tersebar hampir di seluruh kawasan perairan Jangari.

“Mulai dari pintu masuk sungai ke kawasan waduk, serta di sekitaran kolam jaring apung di dekat tempat bersandarnya perahu wisata,” kata Hendrawan, kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).

Hendrawan menyebutkan, sejak awal musim hujan, eceng gondok tumbuh subur dan memenuhi kawasan Jangari. Tanaman eceng gondok ini melintasi aliran Sungai Citarum, mulai Saguling, Cirata, hingga Jatiluhur.

“Kondisi ini memang sudah terjadi sejak lama, tapi saat ini kondisinya lebih parah. Eceng gondok, sudah hampir memenuhi daerah perairan,” ujarnya.

Menurutnya, eceng gondok biasanya terbawa arus air dari sungai di musim hujan. Oleh karena itu kebanyakan bertumpuk di pintu masuk ke kawasan waduk Jangari.

“Sebenarnya kan itu dari sungai, terbawa oleh arus,” tuturnya.

Hendrawan menjelaskan, eceng gondok berpengaruh besar pada peternakan ikan di KJA.

Pasalnya oksigen di bawah air akan minim. Sehingga, berdampak pada produksi ikan dan kemungkinan akan mengakibatkan kematian pada ikan.

Selain itu untuk aktivitas perahu baik yang mengangkut ikan, dan pakan ataupun wisata juga terganggu.

“Bisa terjadi gagal panen karena ikannya mati. Meski sekarang belum terjadi, tapi petani tentunya jadi khawatir,” tuturnya.

Dia menambahkan rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan agenda bersih-bersih waduk dari eceng gondok.

“Kalau biasanya ada agenda rutin, tapi sekarang belum ada. Makanya daripada menunggu hingga berdampak pada ikan dan aktivitas wisata, kami akan upayakan pembersihan oleh petugas dan para petani KJA,” ucap dia.

Bagikan:
Left Menu Icon