Dinkes Kota Tasikmalaya Catat Ada 1.214 Kasus DBD

KESATUCO. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat hingga September ini tercatat ada 1.214 kasus demam berdarah dengue atau DBD pada tahun 2020 ini. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan kasus pada 2018 yang hanya terdapat 223 kasus dan 2019 tercatat 672 kasus.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, dari 1.214 kasus DBD tersebut terjadi 20 kasus kematian. Tingginya angka kematian mayoritas terjadi pada outbreak Juni-Juli 2020.

Baca Juga:  Penyebab Banjir Bandang Bogor dan Sukabumi

“Saat ini sudah mulai tertangani dengan baik dan tinggal menyisakan pasien yang masih dirawat sebanyak 21 orang. Ke-21 pasien ini dirawat di beberapa rumah sakit di Tasikmalaya,” kata Uus di Kota Tasikmalaya, Ahad (13/9/2020).

Uus menjelaskan, hampir 50 persen kasus DBD yang terjadi pada 2020 menimpa anak berusia 15 tahun ke bawah. Yaitu satu persen balita berusia 1 tahun, 15 persen balita 1-4 tahun, dan 27 persen anak 5-14 tahun.

Baca Juga:  Andi Irfan Menghalangi Penyidikan, Buang Hanphone Ke Laut Losari

Begitu pula untuk kasus kematian, dari 20 kasus kematian akibat DBD. Enam persen adalah balita 1 tahun, 12 persen 1-4 tahun, dan 24 persen 5-14 tahun.

Untuk sebaran wilayah, kata Uus, Kecamatan Kawalu yang paling tinggi dengan 197 kasus. Kemudian, Mangkubumi 168 kasus, Bungursari 132 kasus, Cihideung 129 kasus, Tamansari 126 kasus, dan Cipedes 126 kasus.

“Memang banyak di kawasan kota, karena semakin padat penduduk, maka tingkat sebaran semakin tinggi,” kata dia.

Baca Juga:  Bawa 103 gram Sabu, Pria di Kota Tasikmalaya Diringkus BNN

Pihaknya pun telah mengantisipasi dengan secara konsisten melakukan sosialisasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai DBD.

Selain itu, kader-kader juga diminta terus mengkampanyekan 3M serta gerakan satu rumah satu jentik.

“Kita juga aktifkan PSN di tingkat kader sampai ke rumah-rumah. Masyarakat jangan hanga mengandalkan fogging,” ucapnya. (Andri/Dede)

Bagikan: