Di Kehidupan Nyata, Ternyata Kang Murad dan Pipit Preman Pensiun Sudah Sepaket

SERIAL televisi keluarga ‘Preman Pensiun’ sudah memasuki seri ke empat. Meledak berkat jalan cerita yang ringan dan penuh kearifan daerah, Preman Pensiun memiliki tempat masing-masing di hati para penonton setianya.

Diisi oleh banyak pemain beken, tidak jarang Preman Pensiun melahirkan talenta baru. Salah satu yang paling terkenal adalah pemeran Murad dan Pipit. Sepasang preman dengan perawakan sangar dan tubuh yang besar membuat mereka langsung bisa dikenali sejak seri pertama.

Baca Juga:  Polres Sukabumi Kota Tangkap Pengedar Narkoba, Amankan BB 245,7 Gram

Dalam kehidupan sehari-hari, rupanya Murad dan Pipit juga adalah rekan kerja. Sama seperti pada sinetron, keduanya merupakan teman kerja di sebuah asosiasi bodyguard di Bandung.

“Sama kang Pipit dulu satu tim elit bodyguard. Jadi suka diminta untuk pengawalan-pengawalan gitu buat event atau kegiatan apapun. Nah kita ini satu paket,” kata Murad pada tayangan video di YouTube Channel ‘Dikdik Official’, Senin (25/05/2020).

Baca Juga:  Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tinggi, Fogging akan Digratiskan

Berpengalaman mengawal orang, pada serial Preman Pensiun, Murad dan Pipit juga dipasangkan sebagai preman dibawah asuhan Jamal. Keduanya dikisahkan memiliki watak yang cukup berbeda. Murad dengan wajah sangar dan badan besarnya tampak lebih tegas, sedangkan Pipit menyeimbangkan watak Murad dan kerap bertingkah konyol.

Tingkahnya yang unik dan terkadang genit kepada wanita, membuat penonton banyak yang menunggu akting Pipit.

“Para pemeran ini sudah seperti keluarga dengan para pemain. Saya asli dari Rancaekek, dulunya orang jalanan jadi hidup di jalan aja gimana ada ngamen, kuli bangunan, nge-becak juga semua di jalanin,” ungkap pemilik nama asli Icaa Naga tersebut.

Baca Juga:  Pendiri PKS Hilmi Aminudin Wafat, Dimakamkan Dengan Protokol Covid 19

Selama menemani bulan suci Ramadan, akhirnya Preman Pensiun 4 selesai hingga episode 30. Rupanya berakhirnya sinetron ini belum selesai, alias menggantung. Kelanjutannya ditunggu banyak orang karena menghadirkan alur cerita yang ringan. (sab)

Bagikan:
Left Menu Icon