Di Garut Selatan Buang Sampah Jadi Masalah

KESATUCO. Warga Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut menolak TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang berdekatan dengan pemukiman warga. Pasalnya, TPS tersebut dianggap menjadi sumber polusi bau dan mengganggu kesehatan warga.

Sebagai bentuk protes adanya TPS di wilayah mereka, warga pun memasang spanduk penolakan adanya TPS tersebut.

Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi Jabar, Iman Muslim, SH mengatakan, TPS tersebut sebenarnya berada di Di Rancamareme. Namun, berdekatan dengan pemukiman warga Desa Kp Citeureup, Medong, Sirnagalih, Kp Pesantren, Paas Girang yang berada di Desa Sirnabakti

Baca Juga:  Kontak Tembak dengan KBB, Anggota Yonif 400/BR Kembali Gugur

“Jarak dengan pemukiman itu sekitar 1 Kilo Meter. Keberadaan sampah di TPS sangat mengganggu,” jelasnya, pekan lalu.

Iman Muslim mengatakan, selain bau yang menyengat, TPS tersebut juga menjadi sarang nyamuk dan lalat, serta tumpukannya selalu menggunung sehingga mengganggu pemandangan. “Akibatnya, kesehatan warga terganggu,” katanya.

Baca Juga:  Rekomendasi Alumni PT Jabar Peduli Pancasila Diterima Menteri PAN-RB

Dikatakannya, keberadaan TPS tersebut sudah ada sekitar kurang lebih satu tahun. Namun pembangunannya tidak disosialisasikan dengan warga terdampak.

“Sampah yang dibuang di TPS tersebut tidak hanya dari rumah tangga, tapi juga sampah dari Pasar Pameungpeuk yang jumlahnya sangat banyak dan beragam,” papar Iman.

Baca Juga:  Info Penting dari BPBD untuk Warga Kabupaten Bekasi

Sementara Kepala Desa Sirnabakti, Bapak Dudung Abdul Haq mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut terkait penolakan warga atas adanya TPSA tersebut.

“Dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Camat Pameungpeuk sudah melakukan peninjauan, untuk hasil dan rekomendasi masih menunggu kajian,” ungkapnya. (Asep Ahmad)

Bagikan: