DGGK Apresiasi Pagelaran Budaya yang Digelar AMS

Wujud Kepedulian Tehadap Pelestarian Ki Sunda

KESATUCO. Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) mengapresiasi AMS (Angkatan Muda Siliwangi) pada Milangkala ke-53 tahun. Organisasi yang lahir 10 November 1966 melaksanakan giat pagelaran Saresehan Budaya Sunda, dengan Tajuk Tantungan Kisunda, dengan pembicara ki H DR Iwan D Natapradja, MSc. CPA. C. Eth. Mus.

Dalam kesempatan ini DKKG yang diketuai oleh Irwan Hendrasyah S.E yang sering dipanggil Kang J One memberikan piagam penghargaan kepada panitia penyelenggara seresehan budaya. Karena menurut Ketua DKKG, pagelaran ini merupakan suatu bentuk peningkatan intelektual Budaya Sunda.

Dimana ada penggalian untuk pemahaman dari nilai-nilai estetika dalam penjabaran Ki Sunda, yag pada era zaman sekarang sudah jarang yang menerapkan dalam kesehariannya, baik dalam tatanan bahasa ataupun wujud dari tampilan Ki Sunda itu sendiri.

“Ki Sunda merupakan penjelmaan dari tutur sapa dan bahasa yang penuh dengan nilai nilai luhur. Adab sopan santun dan etika diterapkan dengan menggunakan bahasa pada tempat yang semestinya. Misalkan adab  anak ke orang tua, adik ke kakak, murid ke guru, serta terhadap sesamanya. Begitupun wujud Ki Sunda dari cara bermasyarakat yang penuh dengan Tata Tengtrem Keurta Raharja. Sopan dalam berbahasa, santun dalam bersikap,  ramah dalam berinteraksi,” ujar J One.

Motor Pelestarian Budaya

Dalam kesempatan tersebut Kang J One sangat berterima kasih kepada AMS Kabupaten Garut serta para petinggi AMS dari pusat dan Provinsi Jabar. Pada kesempatan yang dihadiri Bupati Garut, H Rudy Gunawan serta jajaran SKPD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), yang langsung dihadiri Kadisparbud Kabupaten Garut, Budi Gan Gan sebagai motor pemerintah dalam pengupayaan pelestarian budaya.

“Giat sersehan budaya yang digelar AMS mampu dan mengokohkan AMS sebagai organisasi yang bgitu rekat dengan nilai-nilai kesundaan ataupun kesiliwangian. Semoga konsistenitas akan terus terjaga sampai generasi penerus yang akan dating. Karena dengan siapa lagi nilai budaya Sunda Siliwangi dilestarikan jika bukan kita serta mengimplementasikan dalam khidupan sehari-hari,” ujar J One.

Ji One meyakini, jika semua masyarakat Kasundaan di manapun berada mampu menerapkan Kisunda dalam kesehariannya, Insya Allah peradaban dunia akan terjaga. Karena cikal bakal budaya nusantara terlahir dari pola pikir Budaya Sunda yang sangat berpengaruh terhadap peradaban dunia.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggara kegiatan. Karena disini terlihat antusias yang sangat besar. Kehadiran para guru pengiat seni, budayawan, kalangan perhotelan serta lapisan masyarakat yang telah mengikuti giat ini merupakan langkah kongkrit yang nyata dan kelak akan menghasilkan sebuah nilai peradaban Pajajaran serta nilai kesiliwangian,” pungkasnya. (aa)

Yg mnjadi paku sarakan

Bagikan:
Left Menu Icon