Deradikalisasi Napi Terorisme di Dalam dan Luar Lapas

KESATUCORadikalisme berujung perbuatan pidana jadi musuh bersama masyarakat di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) konsen melakukan deradikalisasi.

Demikian disampaikan, Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kolonel Pas Sujatmiko saat ditemui di Universitas Widyatama, Kota Bandung, Senin (9/12).

Baca Juga:  Target Soft Launching Pelabuhan Patimban November 2020

Menurutnya, proses deradikalisasi dibagi menjadi dua bagian. Pertama di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk para narapidana kasus terorisme. Kedua, deradikalisasi di luar lapas. Yakni  sosialisasi kepada masyarakat hingga keluarga narapidana terorisme.

“Kalau yang di dalam lapas yaitu identifikasi, wawasan kebangsaan dan keagamaan dan dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat,” ujar Sujatmiko.

Baca Juga:  Anggota DPR Ini Usul Kementerian BUMN Dibubarkan

“Diluar lapas dilaksanakan kepada mantan napi terorisme, keluarga maupun jaringan. Seperti edukasi, sosialisasi rehabilitasi, termasuk program kewirausahaan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sujatmiko mengungkapkan kendala dalam program deradikalisasi.  Yakni, kesediaan para narapidana ataupun keluarga narapidana terorisme.

Baca Juga:  PKS: Tunda Kenaikan Tarif Tol, Rakyat Sedang Susah!

“Kesulitannya kami tidak bisa memaksa mereka untuk mengikuti program, memang belum ada peraturan yang memaksa,” ujar Sujatmiko.

Meski begitu, Sujatmiko memastikan proses deradikalisasi masih akan terus digalakkan oleh BNPT. (ram)

Bagikan:
Left Menu Icon