Dedi Mulyadi Percayakan Perbaikan Mobilnya kepada Montir Lulusan SD, Kenapa?

KESATUCO. Demi membantu para korban banjir di kawasan Ranggagede, Gempol, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, anggota DPR RI Dedi Mulyadi rela mengorbankan mobil mewahnya, Minggu (21/2/2021).

Akibat menerobos banjir tersebut, mobil jenis Range Rover Vogue milik Dedi Mulyadi itu terendam banjir dan tidak mampu lagi berjalan. Dipastikan mobil yang memiliki nilai jual sekitar Rp3 miliar mengalami kerusakan.

Cerita mobil yang dikorbankan Dedi Mulyadi demi membantu para korban banjir tersebut tidak hanya sampai disitu, kali ini mantan Bupati Purwakarta itu mempercayakan perbaikan mobil mewahnya itu kepada seorang montir yang hanya lulusan sekolah dasar (SD).

Baca Juga:  Komunitas Tionghoa Peduli di Bandung Kirim Bantuan Untuk Korban Bencana di NTT

Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya diberi tahu seorang teman bahwa ada seorang montir bernama Edi yang bisa mengangkat mobilnya dari lokasi banjir dan memperbaikinya.

“Saya sempat ragu karena tidak mudah memperbaiki mobil ini karena harus ke bengkel resmi,” kata Dedi Mulyadi melalui unggahannya di akun facebook, Kamis (25/2/2021).

Akan tetapi kata Dedi, temannya meyakinkan bahwa sang montir sangat ingin membantu agar uang Dedi Mulyadi untuk perbaikan mobil bisa digunakan untuk kegiatan sosial lagi.

Atas dasar keikhlasan itu, Dedi Mulyadi memberikan ruang kepada Edi untuk memperbaiki mobilnya. Dia pun pergi ke lokasi mobil itu berada yakni di tempat banjir. Dalam waktu yang tidak terlalu lama ternyata dia mampu melakukan sesuatu.

Baca Juga:  Seorang IRT Nekat Gantung Diri Gegara Suami Menolak Bercinta

Mobil yang sama sekali terkunci, seluruh pintunya tidak mampu terbuka, dan tidak mampu bergerak sama sekali, atas usahanya mampu didorong.

“Edi ternyata hanya lulusan Sekolah Dasar. Dia belajar soal aneka mesin mobil secara otodidak. Keyakinannya sangat kuat tentang kondisi mobil saya, katanya akan segera pulih,” ujar Dedi.

Sementara itu, Edi mengaku sering melihat Dedi Mulyadi di media sosial bahwa mobil tersebut sering ditumpangi oleh orang yang mengalami kesulitan di jalan.

“Banyak orang yang lebih membutuhkan bapak. Simpan saja uang bapak untuk mereka,” kata Edi.

Baca Juga:  Hati-hati, Beredar Akta Cerai Palsu di Purwakarta

Edi mengaku ikhlas memperbaiki mobil Dedi Mulyadi. Ia pun meminta waktu satu bulan untuk memperbaikinya,” ucap Edi.

Setelah saya tanya, Edi ternyata hanya lulusan Sekolah Dasar. Dia belajar soal aneka mesin mobil secara otodidak. Keyakinannya sangat kuat tentang kondisi mobil saya, katanya akan segera pulih.

Mendengar keyakinan Edi, Dedi Mulyadi mengatakan, orang Indonesia memang hebat, memiliki kecakapan meski tanpa pendidikan tinggi. Hanya saja, kita sering memandang sebelah mata dan jarang memberi mereka kesempatan.

“Terima kasih pak Edi, atas budi baiknya,” kata Dedi Mulyadi. (Red)

Bagikan: