Daftar Insentif Pajak dari Pemerintah untuk Redam Covid 19

KESATUCOPemerintah memberi kemudahan bagi dunia usaha di Indonesia yang mengalami pelemahan ekonomi seiring dengan mewabahhnya virus corona atau covid 19. Salah satunya lewat insentif pajak.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, relaksasi pajak merupakan bagian dari upaya menyelamatkan ekonomi Indonesia setelah berperang dengan wabah COVID-19.

“Prioritas ketiga adalah penyiapan anggaran untuk dunia usaha dalam rangka pemulihan ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers secara online, Selasa (31/3/2020).

Baca Juga:  Penuhi Protokol Kesehatan, Stadion GBLA Sudah Bisa Digunakan

Jokowi pun menjelaskan beberapa insentif pajak yang sudah disiapkan. Salah satunya pembebasan pemotongan pajak gaji (PPh) dari pekerja industri pengolahan selama 6 bulan.

Berikut deretan insentif pajak untuk meredam dampak virus corona:

– PPH 21 untuk pekerja sektor industri pengolahan dengan penghasilan maksimal 200 juta setahun. Pajak itu ditanggung pemerintah 100 %.

Baca Juga:  Pelihara Ikan Hias Jadi Hobi Baru di Tengah Pandemi, Pedagang: Omset Penjualan Naik 200 Persen

– Pembebasan PPH Impor untuk 19 sektor tertentu, Wajib Pajak Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan wajib Pajak KITE Industri Kecil Menengah.

– Pengurangan PPH 25 sebesar 30% untuk sektor tertentu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan wajib Pajak KITE Industri Kecil Menengah

Baca Juga:  Diduga Terlibat Penyerangan dan Penganiayaan, Enam Pria di Bandung Diamankan Polisi

– Restitusi PPN dipercepat bagi 19 sektor tertentu untuk menjaga likuiditas pelaku usaha.

– Penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak COVID-19 selama 6 bulan.

– Penurunan tarif PPh Badan menjadi 22% untuk tahun 2020 dan 2021 serta menjadi 20% mulai tahun 2022.(detik.com)

Bagikan:
Left Menu Icon