Cerita Sekjen Gelora Jabar Yang Gagal Nyalon Pillbup Sukabumi Lewat Jalur Perseorangan

KESATUCO. Sekretaris DPW Partai Gelora Jabar Totong Suparman tampak menyambangi Kantor KPU Kabupaten Sukabumi, Ahad (23/2/20202) malam. Kedatangan Totong berkaitan dengan rencana dirinya maju menjadi calon bupati di jalur perseorangan. 

Berdasarkan data yang dihimpun, mantan ketua PKS Kabupaten Sukabumi ini datang bersama timnya sekitar pukul 21.45 WIB. Kehadirannya disambut seluruh anggota KPU Kabupaten Sukabumi. Bahkan dihadiri komisioner Bawaslu setempat.

Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kedatangan calon persorangan  tersebut langsung disambut di ruang pendaftaran. “Iya,” ujarnya saat dihubungi Kesatu.co, Ahad (23/2/2020).

Namun sayangnya, Totong Suparman dipastikan gagal mencalonkan diri lewat jalur perseorangan. Hal itu diketahui setelah permohonan penambahan waktu penyerahan administrasi tidak dikabulkan KPU Kabupaten Sukabumi.

Bakal Calon Wakil Bupati Perseorangan Kabupaten Sukabumi Totong Suparman mengaku ada kendala dalam proses pengadministrasian. Sehingga, kecil kemungkinan bisa selesai sesuai batas waktu dari KPU Kabupaten Sukabumi.

Terkendala Aturan Penginputan yang Berubah-ubah

Kendala yang dihadapinya ialah soal penginputan. “Ada aturan penginputan yang berubah-ubah. Sehingga, data belum bisa terinput semua. Apalagi kita baru pertama coba jalur independen ini,” ujarnya saat dihubungi Kesatu.co, Ahad (23/2/2020) malam.

Menurutnya, jumlah batas minimal dukungan perseorangan telah terpenuhi. Bahkan penyebarannya pun sudah ada di 44 kecamatan. “Kita sudah ada lebih dari 120 ribu dukungan. Tapi karena kita baru, jadi keteteran dalam penginputan. Awalnya dikira akan selesai dalam waktu sehari,” ucapnya.

Dirinya mengaku sudah menyebarkan tim sebanyak 250 orang selama enam bulan terakhir. Mereka diberi tugas untuk mengumpulkan 1.000 dukungan per orangnya. “Kita sudah masuk secara syarat, tapi ada kendala, jadi minim bisa lewat independen. Apalagi dengan sistem pengadministrasian yang berubah-rubah,” ujarnya.

Pria yang berpasangan dengan dr Toni M Aprami ini, akan mencoba jalur lain ketika independen gagal. Terutama lewat dukungan parpol yang masih memungkinkan dilakukan. “Kita padahal sudah (ada) chemistry dengan dr Toni. Memang sulit jalur independen. Kita coba jalur partai. Apalagi jumlah dukungan sudah real yang kita miliki,” katanya.

Ketika lewat partai, dirinya mengaku akan berpisah dengan pasangannya. Sebab, semua akan diserahkan kepada partai.

“Kalau lewat partai, ya kembali masing masing. Saya ya saya, dr Toni, ya dr Toni. Kalau ada partai yang memberikan peluang saya masih bersaa dr Toni, bisa saja. Dalam politik ini, semua memungkinkan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, pendaftaran persorangan telah dibuka KPU Kabupaten Sukabumi sejak 19 Februari lalu. Di mana, 23 Februari ini merupakan batas akhir pendaftaran calon perseorangan. Dalam hal ini, akhir pendaftaran sampai pukul 23.59 WIB.

Setiap calon perseorangan harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Pertama, mereka harus memiliki dukungan minimal sebanyak 118.691 orang. Hal itu berdasarkan batas minimal 6,5 persen dari jumlah DPT di Kabupaten Sukabumi. Jumlah dukungan tersebut harus tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.(jay/add)

Bagikan:
Left Menu Icon