Ceramah Ustadz Evie Effendi soal Nisfu Syaban Dikritik

KESATUCO. Ustadz Evie Effendi kembali membuat kontroversi atas ceramahnya dalam video viral di media sosial. Dalam ceramahnya, ustadz yang dikenal kalangan milenial itu memaparkan masalah khilafiyah (perbedaan). Utamanya terkait hadist amalan nisfu syaban tidak kuat sehingga masuk kategori bidah.

Dalam video berdurasi tiga menit enam detik itu, Evie memaparkan bahwasannya hadits tentang nisfu saban adalah hadis cacat dan tidak berdasar.

“Nisfu syaban ini rata-rata hadistna cacat, tidak nyambung ke nabi. Da urang ge bisa nyieun (saya juga bisa buat) hadist mah,” ucap Evie dalam video tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar mengatakan, pihaknya akan menelaaah video viral tersebut. Oleh karena itu, MUI meminta masyarakat dapat bersabar hingga terdapat hasil kajian terkait video tersebut.

“MUI lagi menelaah, nanti besok lah yah,” ujar Rafani, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (24/6).

Perlu diketahui, akibat video viralnya tesebut, sosial media Ustadz Evie pun menjadi bulan-bulanan netizen. Tidak sedikit netizen yang menyayangkan ceramah Ustadz Evie terkait nisfu syaban. Bahkan ada netizen yang meminta ustadz Evie untuk memperdalam ilmu agama kembali.

Baca Juga:  DKR Gelar Aksi Tuntut Penambahan Kuota PPDB untuk Siswa Miskin

Ketua Pagar Nusa Jabar, organisasi di bawah Nahdlatul Ulama, Asep Saeful Millah menyebut ceramah Evie Effendi sudah keterlaluan.

‎”Dia sudah keterlaluan, memutar balikan fakta. Kami akan segera melaporkan dia ke polisi. Yang kami kritisi soal hadis yang ia sampaikan disebut cacat,” ujar Asep Saeful Millah, via ponselnya.

Ia menganggap ceramah soal nisfu syaban yang dianggap berasal dari hadis cacat menyesatkan masyarakat.

“Hadis yang ia sampaikan ‎itu jadi referensi hadis sahih, kenapa disebut itu cacat. Itu sudah parah, dia belum pantas berceramah,” ujar Asep.

Ia juga sempat membuat video yang berisi pesan untuk ustadz gaul itu.

Pesan Kritik Dari Pagar Nusa

Bissmilahirrahmanirahim, video ini saya buat untuk saudaraku Evie Effendi atau yang dikenal Ustadz Ee, anda ini sudah berkali-kali. Ini yang kedua kali. Anda sampaikan tentang atas dasar atas nama hadis rasulullah‎. Dulu anda pernah menyampaikan bahwa rasulullah pernah tersesat. Kami maafkan karena anda mengakui itu keliru. Yang kedua ini anda sampaikan tentang hadis nifsu syaban. Mestinya anda paham hadis itu apa. Kalau anda yang ngomong itu anda tidak termasuk dalam hadis walaupun anda masuk dalam guyonan apalagi itu candaan anda bisa membuat hadis. Saya kira anda harus belajar lagi tentang banyak ilmu. Anda harus tahu tentang toleransi anda harus mengetahui hadis dan muthalahnya, anda sampaikan referensi terkait kitab tersebut itu kitab shahih hadisnya shahih tapi anda sampaikan bahwa itu hadis cacat. Saya kira otak anda yang cacat, ilmu anda yang cacat. Anda sampaikan ke jamaah sing loba ngaji. Saya tegaskan, maneh Evi  yang harus loba ngaji, dek ngadu elmu, ngadu peureup. Dilayanan ku aing

Isi Ceramah Evie Effendi

Adapun video yang beredar itu yakni ceramah Evie di Masjid Trans Studio Bandung. Video itu berdurasi 3 menit.

Baca Juga:  Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tinggi, Fogging akan Digratiskan

Dikaji ulang, tentang hadits-hadits nisfu syaban ini hadist nya cacat. Tidak nyambung ke nabi. Da urang ge bisa nyieun hadist mah,  hayang payu topi kieu, qola rosulullah Shalahu alaihiwasalam. Rasul bersabda, barang siapa tidak menggunakan topi kieu, maka akan masuk neraka. Pasti payu.

Contoh, tukang restoran hayang payu, jieun weh hadist.
Matakna kudu ngaji ge mang, mana hadist shahih, mana hadist doib. Beli buku al shohihah al bani, nanti dipisah, mana yang shahih mana yang doib.

Tanya dulu, dalilnya ada gak, misalnya dalilnya ada tapi tidak kuat. Setelah hijrah itu tarbiyah. Komat juga ada yang sekali allahuakbarnya, ada yang dua kali, jangan ribut. Dua duanya ada dalilnya.

Komat bedanya wa, redaksinya. Segitu juga udah bid’ah. Contoh lagi, di surat Al Fatihah.

Sebelum amin, imam menyebut robigfirli amin. Coba dibuka suratnya, ada gak robigfirli.

Saya bukan menyatakan robigfirli itu jelek,
Coba kutil itu jelek ga, kutil itu nempel di kulit. Paham gak maksudnya. 

Kamil itu sempurna, gak sempurna itu kalau ditambahan atau dikurangan. Itu nabi yang paling hafal soal ayat mah.

Terkait nisfu syaban, jaman nabi itu memang ada bulan syaban. Tapi gak ada nisfu, yang diamalkan hanya di Indonesia versi on the spot. Di kita mah kan riweuh, jurig teh pocong, da dil luar negeri mah ga ada pocong.

Tahun lalu, Evie Effendi sempat dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Jabar karena ceramahnya yang menyebut Nabi Muhammad SAW sempat tersesat.

Bagikan:
Left Menu Icon