Cabuli 2 Anak Tirinya, Eyang Anom Terancam 15 Tahun Penjara

KESATUCO. Polisi menetapkan pria paruh baya berinisial S atau dikenal Eyang Anom (50), sebagai tersangka atas perbuatan cabul yang dilakukan kepada dua anak tirinya.

Kedua korban berinisial M (20), dan T (19). Akibat perbuatannya itu, S yang merupakan warga Kampung Babakan Tegalaja, Desa Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, harus ditahan di Mapolres Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana Yusuf menjelaskan, penangkapan terhadap S bermula dari adanya laporan orang tua kandung korban.

Kemudian, kata Yoris, polisi segera menangkap pelaku yang diketahui sempat bekerja sebagai dukun pada tahun 2015 itu, untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan tersebut, sambung Yoris, pelaku mengakui perbuatannya kepada T. Bahkan aksi cabulnya itu telah dilakukan sejak korban berusia 12 tahun atau saat berada di bangku SD dan SMP.

Aksi bejatnya itu terus berlanjut hingga korban berusia 19 tahun.  Setiap kali pelaku melancarkan aksi cabulnya itu, korban kerap menerima ancaman dari pelaku sehingga tidak berani melawan.

“Ketika korban masih berada di SD dan SMP, hal itu dilakukan terus menerus sampai korban berumur 19 tahun 8 bulan. Dan korban ini adik beradik ada dua orang, dua-duanya dilakukan pencabulan,” kata Yoris di Mapolres Cimahi, Selasa (25/2/2020).

Tersangka Mengakui Kerap Melakukan Pengancaman

Pihaknya pun melakukan penangkapan dan dilakukan pemeriksaan. “Tersangka mengakui bahwa dalam melakukan aksinya selalu melakukan pengancaman dengan kekerasan. Contohnya dengan alat ini dan alat yang lain agar korban merasa ketakutan,” ujarnya.

Adapun hubungan badan yang dilakukan antara korban M dan pelaku, dikaruniai anak yang kini menginjak usia empat tahun. Disinggung mengenai ada atau tidaknya korban selain kedua anak tirinya itu, polisi bakal melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun dan diperberat 1/3 dari ancaman hukuman tersebut.

“Masih kami lakukan penyelidikan, kemungkinan masih ada korban yang lainnya,” ucap dia.

Sementara itu, S mengakui jika dirinya tergoda dengan korban sehingga melakukan aksi cabul tersebut. Dia juga mengaku sering mengancam korban agar mau menuruti kehendaknya.

“Iya, tergoda (mulanya), lama-lama jadi terbiasa,” kata dia.(add)

Bagikan:
Left Menu Icon